
Karawang — Tangis Ernawati pecah saat menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya usai menjadi korban aksi pembegalan di Jalan Katalaya, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Kamis dini hari (14/5/2026).
Ibu asal Karawang itu mengaku tidak menyangka sepeda motor Honda Genio miliknya dirampas tiga orang tak dikenal ketika dirinya pulang berbelanja dari pasar sekitar pukul 04.45 WIB. Peristiwa tersebut bahkan terekam kamera CCTV warga dan videonya kini ramai beredar di media sosial hingga memicu perhatian publik.
Dengan suara lirih dan kondisi masih trauma, Ernawati menceritakan bagaimana para pelaku memepet kendaraan yang dikendarainya di jalan yang gelap dan sepi.
“Saya sedang jalan, tiba-tiba mereka mepet motor saya, langsung ambil kunci motor. Saya tidak bisa jalan lagi, terus saya didorong,” ungkap Ernawati sambil menahan tangis.
Menurut pengakuannya, pelaku berjumlah tiga orang dan datang menggunakan satu sepeda motor. Salah satu pelaku bertugas memepet korban, sementara lainnya mencoba mengambil barang bawaan dan menguasai motor milik korban.
Para pelaku sempat berusaha merebut tas yang dibawa Ernawati. Namun setelah mengetahui tidak ada barang berharga di dalamnya, tas tersebut langsung dilepaskan.
“Mereka mau ambil tas, saya bilang saya tidak punya apa-apa. Tidak ada barang berharga. Tas saya akhirnya dilepas lagi,” katanya.
Meski begitu, aksi kekerasan tetap terjadi. Ernawati kembali didorong hingga terjatuh ke jalan saat berusaha mempertahankan motornya. Dalam kondisi panik dan tidak berdaya, ia hanya bisa melihat sepeda motor miliknya dibawa kabur para pelaku.
“Setelah tas dilepas, saya didorong lagi sampai jatuh, lalu motor saya langsung dibawa,” tuturnya.
Yang membuat publik semakin prihatin, Ernawati mengaku sempat berteriak meminta pertolongan di tengah suasana jalan yang sepi. Namun tidak ada satu pun warga ataupun pengendara yang datang membantu.
“Saya teriak minta tolong, tapi tidak ada yang datang. Tidak ada yang lewat sama sekali,” ujarnya dengan nada trauma.
Rekaman CCTV kejadian tersebut kini menjadi sorotan masyarakat. Banyak warga mempertanyakan keamanan jalanan di wilayah Rengasdengklok saat dini hari, terutama di titik-titik yang minim penerangan dan pengawasan.
Warga berharap aparat kepolisian segera memburu dan menangkap para pelaku pembegalan tersebut, sekaligus meningkatkan patroli keamanan agar kejadian serupa tidak kembali menimpa masyarakat, khususnya perempuan yang harus beraktivitas mencari nafkah sejak pagi buta.
Penulis: Alim

