Tangis Ibu PMI Bekasi Pecah! Susi Diduga Dipaksa Berangkat 7 Bulan Usai Sesar, Suami Ngaku Tak Pernah Tanda Tangan Izin

0
Caption: Tangis Ibu PMI Bekasi Pecah! Susi Diduga Dipaksa Berangkat 7 Bulan Usai Sesar, Suami Ngaku Tak Pernah Tanda Tangan Izin

Bekasi – Pengakuan mengejutkan datang dari Omih (47), ibu kandung Pekerja Migran Indonesia (PMI) Susi Sulistiani (32), warga Kampung Pacing Bedeng, Desa Sumber Sari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Dengan suara bergetar dan penuh emosi, Omih membongkar dugaan praktik manipulasi, kebohongan, hingga pemaksaan keberangkatan anaknya ke Arab Saudi meski kondisi kesehatannya disebut belum pulih pasca operasi sesar.

Dalam keterangannya, Omih menuding sponsor bernama Siti Badriah diduga terus merayu dan meyakinkan keluarga agar Susi menjalani medical check up (MCU), meski awalnya disebut hanya untuk pembuatan paspor dan tidak akan diberangkatkan.

“Katanya cuma bikin paspor dulu, enggak akan diterbangin. Tapi setelah medical, tahu-tahu diproses cepat dan seminggu kemudian malah diterbangkan,” ungkap Omih, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Omih, saat itu kondisi Susi masih lemah karena baru sekitar tujuh bulan menjalani operasi sesar. Bahkan anaknya disebut masih bayi dan belum bisa duduk dengan normal.

“Anaknya baru duduk aja belum benar. Saya aja lihat kondisi anak saya masih susah jalan. Tapi mereka bilang, ‘itu urusan saya, gampang,’” katanya.

Omih mengaku dirinya bersama suami dan suami Susi sebenarnya tidak mengizinkan keberangkatan tersebut. Namun ia menyebut pihak sponsor terus membujuk dan menjanjikan berbagai hal, termasuk bantuan biaya pengobatan dan penyelesaian utang keluarga.

Lebih mengejutkan lagi, Omih mengungkap adanya dugaan arahan untuk berbohong soal kondisi kesehatan Susi saat proses medical check up.

“Susi disuruh bohong. Katanya sesarnya sudah tiga tahun setengah, padahal baru tujuh bulan,” bebernya.

Tak hanya Susi, Omih mengaku dirinya juga diarahkan untuk memberikan keterangan palsu demi meloloskan proses keberangkatan PMI tersebut.

Setelah tiba di Arab Saudi, kondisi Susi disebut langsung memburuk. Omih mengaku anaknya sempat menghubungi keluarga sambil menangis karena mengalami pendarahan di bagian perut.

“Baru dua minggu di sana, katanya keluar darah hitam dari perutnya. Dia nangis pengen pulang,” ujar Omih sambil menahan tangis.

Menurut pengakuannya, saat kondisi Susi memburuk, keluarga justru merasa dipersulit ketika mencoba meminta pertanggungjawaban sponsor. Bahkan ketika keluarga meminta alamat rumah sponsor, respons yang diterima justru disebut bernada marah.

“Katanya Susi cuma drama, enggak sakit. Itu yang bikin saya sakit hati,” ungkap Omih.

Polemik semakin panas setelah Samsudin, suami Susi Sulistiani, juga angkat bicara. Ia dengan tegas membantah pernah menandatangani surat izin keberangkatan istrinya ke luar negeri.

“Saya tidak pernah tanda tangan surat izin keberangkatan istri saya,” tegas Samsudin.

Pengakuan tersebut kini memantik sorotan serius terkait dugaan pemalsuan dokumen izin keluarga, manipulasi hasil medical check up, hingga lemahnya pengawasan perekrutan PMI.

Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: bagaimana seorang ibu muda yang baru tujuh bulan pasca operasi sesar bisa dinyatakan layak bekerja ke luar negeri, bahkan diduga dipaksa berangkat melalui serangkaian kebohongan?

Publik kini mendesak aparat dan instansi terkait segera turun tangan mengusut dugaan pelanggaran dalam proses perekrutan PMI tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan oknum sponsor, pihak medis, hingga perusahaan penyalur tenaga kerja.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini