
Karawang – Sorotan tajam kembali mengarah ke gedung paripurna DPRD Kabupaten Karawang. Bukan karena isu politik atau proyek besar, melainkan karena hal yang seharusnya sepele, toilet rusak dan banjir di lingkungan kantor wakil rakyat.
Dua aktivis senior Karawang, Akhmad Muslim dan Ade Balok, dengan nada geram menyebut kondisi MCK di samping gedung paripurna DPRD itu sebagai “memalukan dan tak layak dipertontonkan.”
“Bos, ini di gedung paripurna DPRD nih samping. MCK-nya rusak, pintunya macet, enggak berfungsi. Airnya sampai nyembur ke luar. Tolong deh diperbaiki,” kata Akhmad Muslim, Selasa (7/10/2025).
Ia menilai rusaknya fasilitas dasar di gedung legislatif merupakan cermin buruknya manajemen aset publik. “Ini kan aset pemerintah, anggaran ada. Jangan bikin malu orang Karawang. Duit gede, tapi fasilitas kayak begini,” sindir Muslim dengan nada kesal.
Senada, Ade Balok mendesak agar Sekretariat DPRD (Sekwan) segera turun tangan memperbaiki fasilitas tersebut. “Jangan tunggu viral dulu baru bergerak. Ini gedung wakil rakyat, tamu yang datang juga rakyat. Masa mau kencing aja malu?” katanya tajam.
Para aktivis juga menyinggung ironi di balik besarnya anggaran pemeliharaan gedung paripurna DPRD, namun fasilitas dasar justru terbengkalai. “Kalau Bupati tahu, pasti marah. Ini hal kecil tapi mencoreng wibawa pemerintah daerah,” tambah Muslim.
Publik pun dibuat geleng-geleng kepala. Di tengah isu pengadaan sabun miliaran dan proyek infrastruktur bermasalah, toilet gedung paripurna DPRD yang rusak kini menjadi simbol baru dari lemahnya pengawasan anggaran.
“Malu dong, Karawang ini kota besar. Masa DPRD-nya kalah sama toilet SPBU,” tutup Ade Balok dengan nada menohok.
Penulis: Alim

