
BEKASI – Sebuah gerakan besar yang berpotensi mengubah wajah kolaborasi dunia ketenagakerjaan di Indonesia akan segera dimulai. Sebanyak 11 organisasi Human Resources Development (HRD) dari Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang sepakat berhimpun dalam Forum Komunikasi HRD Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang (FORKOM HRD BEKAPURS) yang akan dideklarasikan di Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Minggu, 19 Juli 2026.
Mengusung motto “Berhimpun dalam Kemandirian”, forum ini diharapkan menjadi wadah pemersatu praktisi HRD di kawasan industri terbesar di Indonesia. Deklarasi tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas organisasi, meningkatkan profesionalisme, sekaligus mendorong terciptanya hubungan industrial yang lebih harmonis di tengah pesatnya perkembangan dunia usaha.
Sebanyak 11 organisasi akan menjadi bagian dari FORKOM HRD BEKAPURS, yakni ASPHRI, IPHRD Kabupaten Bekasi, HR Hang Out Indonesia, HR Gaol, HRGA Purwakarta, Forum HR Subang, FK HRD Indonesia, Asosiasi HRD GA Karawang, FK-HR EJIP, Paguyuban HRD Bekasi, dan Forkom HRD Indonesia.
Ketua Umum ASPHRI sekaligus penggagas forum tersebut, Dr. Yosminaldi, SH., MM., menyebut deklarasi ini sebagai awal dari gerakan kolaborasi besar yang tidak menghapus identitas maupun kemandirian setiap organisasi.
“Deklarasi ini menjadi awal dari sebuah gerakan besar kolaborasi organisasi HRD di koridor wilayah industri se-Asia Tenggara. FORKOM HRD BEKAPURS hadir sebagai rumah besar bagi seluruh forum dan komunitas HRD untuk saling bersinergi, berbagi pengalaman, serta bersama-sama membangun dunia ketenagakerjaan dan hubungan industrial yang lebih baik,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, kawasan Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang merupakan pusat pertumbuhan industri nasional yang membutuhkan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat antara praktisi HRD, pelaku usaha, tenaga kerja, serta pemerintah.
FORKOM HRD BEKAPURS nantinya akan berfokus pada peningkatan kompetensi praktisi HRD, penguatan hubungan industrial yang harmonis, pengembangan tenaga kerja lokal, dukungan terhadap program pemerintah, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan ketenagakerjaan yang memberikan manfaat bagi dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Dr. Yosminaldi berharap forum tersebut dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan dunia industri dalam menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh organisasi yang bergabung memiliki kedudukan yang setara.
“Tidak ada organisasi yang lebih tinggi ataupun lebih rendah. Semua memiliki kedudukan yang sama. Semangat kami adalah berhimpun dalam kemandirian, memperkuat kolaborasi, dan bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan dunia industri Indonesia,” tegasnya.
Dengan mengusung slogan “Mewujudkan Sinergi HR Profesional untuk Kemajuan Dunia Industri Indonesia”, deklarasi FORKOM HRD BEKAPURS diharapkan menjadi tonggak lahirnya kolaborasi baru yang mampu memperkuat jaringan profesional HRD, menyatukan gagasan, serta menghadirkan berbagai program nyata bagi kemajuan dunia ketenagakerjaan di Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang.
Di tengah semakin ketatnya persaingan industri dan tantangan pengembangan tenaga kerja, kehadiran FORKOM HRD BEKAPURS diharapkan menjadi energi baru dalam membangun hubungan industrial yang sehat, meningkatkan daya saing SDM nasional, dan memperkuat posisi kawasan industri Jawa Barat sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

