
Karawang – Sorotan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menguat, terutama terkait anggapan bahwa anggaran per porsi sebesar Rp15.000 menyisakan keuntungan besar. Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Yayasan Yasikal, Muhamad Faizal, memberikan penjelasan rinci mengenai alokasi dana agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.
Faizal menegaskan bahwa dana Rp15.000 per porsi tidak sepenuhnya digunakan untuk bahan makanan. Anggaran tersebut dibagi ke dalam beberapa komponen penting operasional program.
“Dari Rp15.000 itu dibagi tiga. Rp10.000 untuk bahan baku pangan, Rp3.000 untuk biaya operasional, dan Rp2.000 untuk sewa yayasan,” jelasnya, Minggu (1/3/2026).
Rincian Penggunaan Anggaran
Ia memaparkan, alokasi Rp10.000 difokuskan murni untuk pembelian bahan baku pangan guna memastikan kualitas gizi penerima manfaat tetap terjaga.
Sementara itu, dana Rp3.000 untuk operasional mencakup berbagai kebutuhan pendukung, antara lain:
• Listrik, gas, dan air
• Distribusi kendaraan
• Upah relawan
• Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
Menurut Faizal, seluruh relawan, baik manajemen maupun petugas lapangan, telah didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan dan program tersebut sudah berjalan selama dua bulan sesuai kewajiban dari Badan Gizi Nasional.
Adapun Rp2.000 dialokasikan untuk biaya sewa yayasan yang meliputi:
• Sewa dapur dan bangunan
• Sewa IPAL atau filter air
• Sewa peralatan masak modern (kompor, wajan, steamer)
• Penyediaan chiller, soket, dan freezer
Ia menambahkan bahwa komponen sewa ini juga menjadi bentuk insentif bagi pihak yayasan atau swasta yang telah memfasilitasi pelaksanaan program.

Perbedaan Budget Berdasarkan Kelompok Penerima
Faizal juga meluruskan informasi terkait adanya angka Rp8.000 dalam RAB. Ia menjelaskan bahwa nominal tersebut berlaku untuk porsi kecil.
Rinciannya:
Rp8.000:
• TK/PAUD
• Balita
• SD kelas 1–3
Rp10.000 (bahan pangan):
• SD kelas 4–6
• SMP
• SMA/SMK
• Ibu hamil
• Ibu menyusui
Mekanisme Rapel Distribusi
Terkait sistem rapel, Faizal menyebut pelaksanaannya mengikuti permintaan sekolah. Saat ini, distribusi dilakukan dua kali dalam sepekan:
• Hari Senin: untuk kebutuhan Senin–Rabu
• Hari Kamis: untuk kebutuhan Kamis–Sabtu
Dengan demikian, setiap pengiriman mencakup paket untuk tiga hari.
Khusus pada bulan puasa, menu yang didistribusikan berupa makanan kering yang tahan hingga waktu berbuka. Setiap paket minimal berisi empat item. Jika dirapel untuk tiga hari distribusi, total bisa mencapai dua belas item.
Harapan kepada Masyarakat
Di tengah berbagai sorotan, Faizal berharap masyarakat dapat melihat program ini secara utuh.
“Kami berharap masyarakat mendukung program makan bergizi gratis ini karena dampaknya sangat luas, mulai dari membuka lapangan kerja hingga membantu pemenuhan gizi anak sekolah,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa transparansi anggaran penting agar publik memahami bahwa program MBG tidak semata soal angka per porsi, melainkan sebuah sistem besar yang melibatkan operasional, perlindungan tenaga kerja, serta standar fasilitas dapur.
Program ini diharapkan terus berjalan optimal dengan dukungan masyarakat dan pengawasan bersama demi memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para penerima.
Penulis: Alim

