“Saya Hanya Ingin Anak Saya Pulang…” Tangis Ibu TKI Asal Karawang Pecah, Minta Negara Bantu Pulangkan Jenazah Putrinya dari Arab Saudi

0
Caption: "Saya Hanya Ingin Anak Saya Pulang..." Tangis Ibu TKI Asal Karawang Pecah, Minta Negara Bantu Pulangkan Jenazah Putrinya dari Arab Saudi

Karawang – Tangis seorang ibu menggema dari Dusun Jatimangga, Desa Bolang, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang. Kartika hanya memiliki satu harapan setelah putrinya, Diana, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI), meninggal dunia di Riyadh, Arab Saudi, usai menjalani perawatan di rumah sakit.

Bagi Kartika, tidak ada lagi yang lebih penting selain bisa melihat wajah anaknya untuk terakhir kalinya.

“Saya pengennya dipulangkan. Saya ingin melihat anak saya untuk terakhir kalinya. Selama dia di Arab Saudi saya tidak pernah bisa menjenguknya. Sekarang saya hanya ingin melihat wajahnya sekali lagi,” ujar Kartika dengan suara bergetar menahan tangis, Senin (20/7/2026).

Diana diketahui berangkat ke Arab Saudi pada akhir tahun 2024 dengan kontrak kerja selama dua tahun dan langsung bekerja pada majikannya di Riyadh. Menurut keluarga, selama bekerja ia beberapa kali mengeluhkan sakit di bagian pinggang dan tangan. Majikan disebut telah membawanya berobat hingga akhirnya Diana harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama hampir satu bulan.

Keluarga menegaskan, sebelum berangkat ke luar negeri, Diana tidak memiliki riwayat penyakit serius.

Kepergian Diana meninggalkan luka mendalam, terutama bagi dua anak perempuan yang masih sangat kecil. Anak sulungnya baru berusia sekitar tujuh tahun, sementara adiknya baru berusia dua setengah tahun. Kini keduanya harus menerima kenyataan pahit kehilangan sosok ibu, bahkan tanpa sempat mengucapkan salam perpisahan.

Di tengah duka yang mendalam, keluarga masih harus bergelut dengan proses administrasi pemulangan jenazah. Mereka mengaku telah diminta melengkapi berbagai dokumen dari pemerintah desa dan berharap sponsor keberangkatan, perusahaan penempatan, serta pemerintah dapat mempercepat seluruh proses agar jenazah Diana segera dipulangkan ke Indonesia.

Menurut keluarga, sponsor telah menyampaikan bahwa proses pengurusan sedang berjalan. Namun hingga kini belum ada kepastian kapan jenazah Diana bisa tiba di kampung halamannya di Karawang.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia tidak boleh berhenti saat mereka diberangkatkan ke luar negeri. Ketika seorang PMI meninggal dunia di negara penempatan, negara bersama seluruh pihak yang terlibat memiliki tanggung jawab untuk memastikan hak-hak pekerja dan keluarganya tetap terpenuhi, termasuk proses pemulangan jenazah yang cepat, layak, dan bermartabat.

Kini, keluarga hanya berharap pemerintah, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Arab Saudi, instansi yang membidangi perlindungan PMI, perusahaan penempatan, serta seluruh pihak terkait dapat mempercepat proses pemulangan jenazah.

Sebab bagi Kartika, waktu terasa begitu panjang.

“Saya hanya ingin anak saya pulang. Saya ingin melihatnya untuk terakhir kali sebelum dimakamkan,” ucapnya sambil menahan air mata.

Tangis Kartika kini menjadi suara ribuan keluarga pekerja migran Indonesia yang berharap negara benar-benar hadir, bukan hanya saat melepas para pahlawan devisa ke luar negeri, tetapi juga ketika mereka pulang dalam keadaan tak bernyawa.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini