Karawang Raih Predikat Sangat Baik dari BKPM RI, Investasi Tembus Rp20,43 Triliun dan Serap 15 Ribu Pekerja

0
Caption: Karawang Raih Predikat Sangat Baik dari BKPM RI, Investasi Tembus Rp20,43 Triliun dan Serap 15 Ribu Pekerja

KARAWANG — Kabupaten Karawang kembali mencatatkan capaian di tingkat nasional. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang meraih penghargaan kategori Sangat Baik dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI atas kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan percepatan pelaksanaan berusaha pemerintah daerah tahun 2026.

Penghargaan yang ditetapkan pada 30 Juli 2026 itu menjadi pengakuan atas upaya Pemkab Karawang dalam meningkatkan kualitas pelayanan perizinan. Capaian tersebut juga sejalan dengan realisasi investasi Karawang yang mencapai Rp20,43 triliun sepanjang semester I 2026.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., mengatakan penghargaan tersebut diberikan berdasarkan evaluasi dan verifikasi lapangan oleh tim BKPM RI.

“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kinerja pelayanan terpadu satu pintu serta efektivitas percepatan perizinan berusaha di Karawang. Seluruh proses penilaian mencakup verifikasi ketat langsung di lapangan,” ujar Aep.

Investasi Rp20,43 Triliun, Karawang Peringkat Kedua di Jawa Barat

Besarnya realisasi investasi menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi di Kabupaten Karawang. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, nilai investasi yang tercatat mencapai Rp20,43 triliun.

Investasi tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp15,95 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp4,47 triliun.

Berdasarkan data yang disampaikan Pemkab Karawang, capaian tersebut menempatkan Karawang di posisi kedua daerah dengan realisasi investasi terbesar di Jawa Barat, setelah Kabupaten Bekasi.

Capaian ini memperkuat posisi Karawang sebagai salah satu kawasan industri strategis di Jawa Barat. Kemudahan perizinan, kepastian berusaha, dan kualitas pelayanan pemerintah daerah menjadi faktor yang perlu terus dijaga untuk mempertahankan kepercayaan investor.

Namun, besarnya nilai investasi juga menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dalam angka penanaman modal, tetapi turut dirasakan masyarakat melalui kesempatan kerja dan berkembangnya usaha lokal.

Serap 15.030 Tenaga Kerja dalam Enam Bulan

Dampak investasi terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi salah satu poin penting dalam capaian Karawang pada semester pertama 2026.

Pemkab Karawang mencatat, investasi yang masuk selama enam bulan tersebut menyerap sebanyak 15.030 tenaga kerja. Rinciannya, 9.499 orang terserap pada sektor PMA dan 5.531 orang pada sektor PMDN.

Bupati Aep menegaskan, percepatan perizinan berusaha tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan nilai investasi, tetapi juga mendorong terbukanya lapangan kerja dan peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Kemudahan perizinan kami dorong agar iklim usaha semakin sehat dan kompetitif. Muara dari seluruh upaya ini adalah terciptanya lapangan kerja baru, bergeraknya roda ekonomi daerah, serta terbukanya peluang usaha bagi warga Karawang,” ungkapnya.

Meski demikian, penyerapan 15.030 tenaga kerja tersebut perlu diikuti dengan upaya memastikan masyarakat lokal memperoleh akses yang memadai terhadap kesempatan kerja. Kualitas pekerjaan, tingkat upah, dan keberlanjutan hubungan kerja juga menjadi aspek penting dalam mengukur manfaat investasi bagi warga.

DPMPTSP Diminta Jaga Kualitas Pelayanan

Pemkab Karawang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) berkomitmen memperkuat promosi investasi, meningkatkan kualitas layanan perizinan berbasis digital, serta mengawal pelaksanaan proyek investasi agar memberikan manfaat berkelanjutan.

Penguatan pelayanan tersebut diharapkan mampu menjaga daya saing Karawang di tengah persaingan antardaerah dalam menarik penanaman modal.

Selain itu, pemerintah daerah perlu memastikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memiliki kesempatan untuk tumbuh bersama industri besar, termasuk melalui kemitraan usaha dan keterlibatan dalam rantai pasok perusahaan.

Predikat Sangat Baik dari BKPM RI dan realisasi investasi Rp20,43 triliun menjadi capaian penting bagi Karawang. Ke depan, ukuran keberhasilan tidak hanya terletak pada penghargaan dan besarnya modal yang masuk, tetapi juga pada seberapa jauh investasi mampu memperluas kesempatan kerja, menggerakkan usaha masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Dengan konsistensi dalam memperbaiki pelayanan publik dan menjaga iklim usaha, Karawang berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat industri dan investasi utama di Jawa Barat.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini