Proyek Rp1,4 Miliar Dikerjakan Saat Banjir, Pengamat: “Pentahelix PUPR Karawang Sekedar Jargon!”

0
Caption: Proyek Rp1,4 Miliar Dikerjakan Saat Banjir, Pengamat: “Pentahelix PUPR Karawang Sekedar Jargon!”

KARAWANG – Konsep Pentahelix yang digaungkan Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Karawang kembali menjadi sorotan tajam. Pengamat kebijakan pemerintahan sekaligus Ketua DPC Peradi Karawang, Asep Agustian (Askun), membongkar dugaan kuat proyek drainase Jalan Puri Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, yang menelan anggaran Rp1,4 miliar dari APBD Karawang dan dikerjakan CV Trisula Wijaya, diduga asal jadi dan menyalahi kerangka acuan kerja.

Bukan hanya soal mutu, waktu pengerjaan ikut disorot. Askun tegas menyebut proyek itu tetap dikerjakan dalam kondisi genangan air.

“Yang saya tanyakan, material pasir di lokasi itu buat apa? Dikerjakan saat banjir, apakah ini yang disebut sistem Pentahelix?” sentil Askun, Kamis (6/11/2025).

“KATANYA BIDANG SDA BERSIH… YA MEMANG BERSIH, ‘BERSIH’ SEMUANYA!”

Askun juga menyentil keras pernyataan Kabid SDA yang sering menyebut dirinya sebagai pengusung konsep Pentahelix dan pernah mengklaim kepemimpinannya “insya Allah bersih”.

“Ya memang bersih… ‘bersih’ segala-galanya,” ucap Askun dengan konotasi tajam, menyindir makna bersih yang ia nilai justru ironi.

Ia menambahkan, “Kalau mau klaim bersih, bukan anda yang bicara. Biar orang lain yang menilai. Jangan bercerita tentang diri sendiri.”

Bagi Askun, pernyataan itu simbol bumerang. “Ucapanmu adalah harimaumu. Dia akan termakan ucapannya sendiri.”

PROYEK SABUK PANTAI Rp1 MILIAR JUGA DISOROT: LAMBAN, TERANCAM TAK SELESAI 2025

Tak hanya drainase, Askun ikut menyinggung proyek sabuk pantai bernilai hampir Rp1 miliar, yang menurutnya lamban dan terindikasi tak selesai hingga akhir 2025.

Dengan dua proyek besar yang bermasalah, Askun mempertanyakan implementasi Pentahelix yang selama ini dibanggakan.

“Katanya Pentahelix solusi lingkaran setan? Sekarang saya tanya, kemana unsur-unsur Pentahelix itu? Di mana keterlibatan akademisi, media, komunitas, bisnis, dan pemerintah? Yang terlihat hanya anggaran besar dan masalah di lapangan!”

TANTANGAN TERBUKA UNTUK APH: “SELIDIKI ATAU PATUT DIPERTANYAKAN!”

Askun secara frontal mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) turun tangan. “Kalau APH tidak selidiki, patut dipertanyakan, ada hubungan apa antara APH dan Kabid Pentahelix?” tegasnya.

Ia menambahkan, penyelidikan penting agar publik tahu, Jika proyek salah, di mana letak salahnya? Jika benar, di mana bukti kebenarannya?

Di akhir pernyataannya, Asep menutup dengan ultimatum keras. “Saya tidak akan diam. Mata, telinga, kaki, tangan, otak saya, semua akan mencari sampai ke manapun!”

MENANTI JAWABAN PUPR & APH

Hingga berita ini diturunkan, Pihak Bidang SDA PUPR Karawang belum memberikan klarifikasi. CV Trisula Wijaya belum menyampaikan tanggapan resmi.

Publik kini menunggu, Apakah Pentahelix hanya slogan manis tanpa implementasi? Atau ada yang lebih gelap di balik proyek drainase miliaran rupiah ini?

Masyarakat menanti, APH ditantang, dan Karawang kembali dibuat bertanya, mau sampai kapan proyek bermasalah terus berulang?

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini