Karawang – Upaya mengubah sampah menjadi peluang ekonomi kini semakin nyata di Desa Cikalong, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Penyerahan Surat Keputusan (SK) Bank Sampah yang digelar Sabtu (18/4/2026) menjadi sorotan, karena dinilai sebagai langkah konkret menuju pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan produktif.
Kegiatan ini tak sekedar seremoni. Kehadiran tim BSI Rescue dan diskusi bersama pengelola Bank Sampah Unit (BSU) yang sudah berjalan, menjadikan acara ini penuh gagasan dan solusi nyata bagi persoalan sampah di tingkat desa.
Ketua Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang, Candra Caniago, hadir bersama sejumlah tokoh dan penggerak lapangan seperti Dadang (Trantib), Asep G (Kepala Dusun/tim biru), Anton Hilman (Direktur), Wardi (Manajer Umum), Agung Pramesti (Manajer Tata Usaha), Yusuf (Manajer Pemasaran), hingga Heru Setiawan (Humas Dusun 3).
Penyerahan SK ini menjadi titik penting karena memberikan legalitas resmi bagi bank sampah di Desa Cikalong. Dengan adanya payung hukum, pengelolaan sampah diharapkan tidak lagi berjalan sporadis, melainkan terstruktur, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Menariknya, dalam diskusi yang berlangsung santai namun berbobot, para pengelola BSU berbagi pengalaman nyata, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga strategi pemasaran hasil olahan sampah. Hal ini membuka wawasan bahwa sampah bukan sekedar limbah, tetapi juga potensi ekonomi yang menjanjikan.
Candra Caniago menegaskan bahwa perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
“Dengan adanya SK ini, kami berharap bank sampah bisa berjalan lebih optimal, sekaligus memberi manfaat nyata, baik untuk lingkungan maupun peningkatan ekonomi warga,” ujarnya.
Antusiasme peserta yang tinggi menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat mulai tumbuh. Tak sedikit warga yang tertarik untuk ikut terlibat aktif dalam program bank sampah ke depan.
Langkah Desa Cikalong ini dinilai bisa menjadi contoh bagi wilayah lain di Karawang. Jika dikelola dengan serius, bank sampah bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga jalan baru menuju kemandirian ekonomi masyarakat berbasis gotong royong.
Penulis: Karnata Gemblung


