Berawal dari Iseng, Kini Jadi Festival Musik Kebanggaan Karawang: QNF Chapter 5 Siap Buktikan Scene Lokal Bisa Naik Kelas

0
Caption: Berawal dari Iseng, Kini Jadi Festival Musik Kebanggaan Karawang: QNF Chapter 5 Siap Buktikan Scene Lokal Bisa Naik Kelas

KARAWANG – Siapa yang menyangka sebuah ide yang lahir dari kata “iseng” kini berubah menjadi salah satu festival musik paling bergengsi di Kabupaten Karawang?

Itulah kisah Quarter Night Festival (QNF) yang kini memasuki penyelenggaraan Chapter 5. Dalam Gala Premiere yang digelar di Studio 2 CGV Cinemas Technomart Karawang, Jumat (3/7/2026) malam, tim penyelenggara membongkar perjalanan panjang mereka, dari minim pengalaman hingga mampu menghadirkan festival yang kini menjadi magnet bagi ribuan penonton.

Di hadapan media, komunitas, pelaku seni, dan tamu undangan, Founder QNF, Putri, mengungkapkan bahwa festival tersebut sama sekali tidak lahir dari sebuah rencana besar.

“Yang pertama itu iseng, yang kedua sudah terlanjur, yang ketiga ketagihan, dan sekarang sudah menjadi kewajiban. Makanya sekarang sampai Chapter 5 dan menjadi agenda tahunan,” ungkap Putri disambut tepuk tangan para hadirin.

Ucapan sederhana itu menggambarkan perjalanan QNF yang penuh perjuangan. Awalnya, tim hanya ingin membangun sebuah event organizer. Namun sebuah konser kecil yang mereka gelar justru berkembang menjadi festival musik berskala besar yang setiap tahunnya terus mengalami peningkatan.

Berawal dari Nol, Kini Jadi Salah Satu Festival Terbesar di Karawang

Di balik gemerlap panggung QNF, tersimpan cerita tentang perjuangan sekelompok anak muda yang mengaku sama sekali tidak memahami dunia penyelenggaraan acara.

Tim inti yang hanya berjumlah sekitar 10 orang bahkan belum mengenal tugas seorang show director maupun stage manager saat pertama kali menggelar konser.

“Kita benar-benar belajar dari nol. Waktu itu di Karawang juga belum banyak konser yang bisa dijadikan tempat belajar. Jadi setiap chapter menjadi proses untuk terus memperbaiki diri,” kata Putri.

Dari mini konser sederhana, QNF perlahan tumbuh menjadi festival yang kini dikenal dengan kualitas produksi, tata panggung, dan pengalaman penonton yang terus meningkat setiap tahunnya.

Angkat “Scene Lokal”, QNF Ingin Talenta Karawang Jadi Bintang Utama

Pada Chapter 5, QNF mengusung tema “Scene Lokal”, sebuah langkah yang menegaskan komitmen mereka untuk mengangkat potensi kreatif Karawang.

Tidak hanya menghadirkan musisi, festival ini juga melibatkan ilustrator, seniman mural, komunitas kreatif, hingga Karawang Trend Market sebagai bagian dari ekosistem yang dibangun.

“Kita selalu ingin ada sesuatu yang baru. Mulai dari jumlah guest star, konsep panggung, sampai kolaborasi dengan pelaku kreatif lokal. Setiap tahun harus upgrade,” ujar Putri.

Bukan Sekedar Konser, Tapi Pengalaman

Berbeda dari festival musik lainnya, QNF tetap mempertahankan identitas sinematik yang telah menjadi ciri khas sejak awal.

Mulai dari penyebutan guest star sebagai “pemeran”, kategori tiket bertema studio dan premier, hingga desain artistik panggung yang terinspirasi dari dunia perfilman menjadi pembeda yang terus dipertahankan.

“Kita tidak mau kehilangan identitas QNF. Konsep movie akan selalu menjadi benang merah di setiap chapter,” tegasnya.

Disiapkan Selama Hampir Satu Tahun

Di balik kemegahan festival, ternyata ada proses panjang yang jarang diketahui publik.

Putri mengungkapkan bahwa setiap penyelenggaraan QNF dipersiapkan selama hampir satu tahun penuh. Tim terlebih dahulu mengamankan jadwal para guest star sebelum menyusun seluruh konsep dan kebutuhan teknis.

Meski hanya diperkuat sekitar 10 orang tim inti, mereka mampu membagi tugas secara detail demi menghadirkan pengalaman terbaik bagi para penonton.

Tak Hanya Hiburan, QNF Klaim Ikut Menggerakkan Ekonomi Karawang

Dalam sesi diskusi, Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Karawang, Syuhada Wisastra, mempertanyakan kontribusi QNF terhadap UMKM dan perekonomian daerah.

Menjawab hal tersebut, Putri menegaskan bahwa sejak Chapter 2 mereka rutin menyediakan tenant bagi UMKM lokal serta menggandeng berbagai coffee shop, Karang Taruna, hingga pelaku ekonomi kreatif Karawang.

Menurut Putri, dampaknya juga dirasakan sektor pariwisata.

“Banyak penonton datang dari luar Karawang seperti Purwakarta dan Subang. Mereka menginap di hotel, makan, hingga berbelanja selama event berlangsung. Itu ikut menggerakkan ekonomi daerah,” jelasnya.

Dua Panggung, Puluhan Aktivitas, dan Semangat Baru

QNF Chapter 5 menjanjikan pengalaman yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Selain menghadirkan sekitar 10 guest star, festival ini akan menggunakan dua panggung berbeda, menghadirkan berbagai aktivitas seni, instalasi kreatif, tenant UMKM, hingga kolaborasi bersama komunitas lokal.

Bagi penyelenggara, festival ini bukan sekedar konser musik, melainkan ruang bertemunya kreativitas, kolaborasi, dan semangat anak muda Karawang.

Menutup sesi Gala Premiere, Putri menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh komunitas, media, sponsor, pelaku seni, coffee shop, Karawang Trend Market, KGMA, Bangjek, Stand Up Karawang, hingga masyarakat yang selama ini mendukung perjalanan QNF.

“QNF bukan hanya sebuah festival, tapi sebuah perjalanan. Kami ingin QNF menjadi wadah bagi scene lokal Karawang, melahirkan kenangan bagi penonton, dan memberikan dampak nyata bagi ekonomi kreatif daerah,” tutupnya.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini