
KARAWANG — Tawa, senyum, dan antusiasme mewarnai kegiatan santri DTA ANNUR Cengkong, Kecamatan Purwasari, Jumat (2/10/2026) sore. Para santri mengikuti sosialisasi Anti Bullying yang digelar mahasiswa Universitas Terbuka (UT) dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Sejak kegiatan dimulai, suasana tampak berbeda dari pembelajaran biasanya. Para santri tidak hanya duduk mendengarkan materi, tetapi diajak belajar melalui permainan, ice breaking, pemutaran video edukasi, diskusi, simulasi, hingga kuis interaktif.
Suasana semakin meriah ketika para santri berlomba menjawab pertanyaan yang diberikan. Keceriaan tersebut menjadi bagian dari metode pembelajaran yang dirancang agar pesan tentang bahaya bullying dapat diterima dengan cara yang ringan, menyenangkan, sekaligus mudah dipahami.
Namun, di balik keceriaan itu tersimpan pesan penting: setiap anak berharga dan setiap anak berhak merasa aman.
Belajar Mengenali Bullying
Materi anti bullying dikemas secara komunikatif dengan menggunakan presentasi, video edukasi, contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta diskusi interaktif.
Para santri dikenalkan dengan berbagai bentuk perundungan, mulai dari perkataan yang menyakitkan, tindakan merendahkan, pemberian julukan yang tidak baik, hingga perilaku yang dapat membuat seseorang merasa takut atau dikucilkan.
Mereka juga diajak memahami dampak bullying serta apa yang harus dilakukan ketika melihat atau mengalami tindakan tersebut.
Pesan yang disampaikan sederhana, tetapi memiliki makna yang kuat:
“Berbeda bukan alasan untuk merendahkan. Bercanda bukan alasan untuk menyakiti. Setiap anak berhak dihargai, didengar, dan dilindungi.”
Melalui kuis dan simulasi singkat, para santri kemudian diajak menguji pemahaman mereka. Dengan penuh semangat, mereka menjawab pertanyaan sekaligus belajar tentang pentingnya menjaga ucapan, menghormati teman, saling membantu, dan berani menyampaikan ketika melihat tindakan yang tidak baik.
Ustadz Dasim: Madrasah Harus Menjadi Tempat yang Aman
Kepala DTA ANNUR Cengkong, Ustadz Dasim, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa UT yang telah melaksanakan kegiatan KKN di lingkungan madrasah.
Menurutnya, sosialisasi anti bullying sangat relevan dengan dunia pendidikan, khususnya dalam membangun lingkungan belajar yang aman dan ramah bagi anak.
“Kami mengapresiasi mahasiswa yang melaksanakan KKN di DTA ANNUR. Kegiatan seperti ini sejalan dengan semangat pendidikan yang ingin menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan ramah bagi anak,” ungkap Ustadz Dasim.
Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Anak juga perlu dibimbing untuk memiliki akhlak, empati, kepedulian, keberanian berkata benar, serta kemampuan menghargai orang lain.
“Madrasah jangan hanya menjadi tempat anak belajar membaca, menulis dan menghafal. Madrasah juga harus menjadi tempat anak merasa aman, dicintai, dihargai, dan dibentuk akhlaknya,” tuturnya.
Anti Bullying dan Nilai-Nilai Islam
Pesan tentang menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak juga sejalan dengan nilai-nilai Islam.
Islam mengajarkan umatnya untuk tidak merendahkan, mencela, memberikan julukan buruk, maupun menyakiti sesama. Hal tersebut antara lain tercermin dalam pesan Al-Qur’an, QS. Al-Hujurat ayat 11, yang melarang manusia saling mengolok-olok dan merendahkan satu sama lain.
Karena itu, edukasi anti bullying tidak hanya menjadi kegiatan sosial, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pendidikan akhlak.
Para santri diajak memahami bahwa menjadi kuat bukan berarti mampu membuat orang lain takut. Justru, kekuatan juga dapat diwujudkan dengan kemampuan membuat orang lain merasa aman, dihargai, dan diterima.
Dari Madrasah, Menanamkan Akhlak untuk Generasi Masa Depan
Kegiatan KKN mahasiswa UT di DTA ANNUR Cengkong diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, madrasah, guru, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif.
Keceriaan para santri sore itu menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan sekedar tentang angka dan nilai di atas kertas.
Pendidikan juga tentang bagaimana seorang anak tumbuh menjadi pribadi yang mampu menghormati, menyayangi, menolong, dan menjaga sesamanya.
Sebab, satu kalimat yang baik dapat menguatkan hati seorang teman. Sebaliknya, satu ucapan yang merendahkan dapat meninggalkan luka yang panjang.
Dari DTA ANNUR Cengkong, pesan itu pun digaungkan:
“Stop Bullying. Tebarkan Salam, Tumbuhkan Empati, Jaga Akhlak.”
Sebuah pesan sederhana, tetapi penting untuk terus ditanamkan sejak dini. Karena madrasah bukan hanya tempat untuk mencerdaskan pikiran, melainkan juga tempat untuk menumbuhkan akhlak dan melembutkan hati.
Tim KKN Mahasiswa UT
Kegiatan sosialisasi Anti Bullying tersebut dipersiapkan oleh kelompok mahasiswa UT dengan susunan:
• Ketua: Aep Saefulloh
• Sekretaris: Elis Nur Rika
• Bendahara: Nurul Qomariyah
• Koordinator Acara: M. Faqih H.
• Pemateri: Juwandi
• Moderator/MC: Syahkila Amelia Frizka
• Perlengkapan: Alia Ratianti Suwardi
• Dokumentasi: Syahla Adzro Fauziah
• Konsumsi: Aas Asyifa Atun Naja
Dengan mengusung tema Anti Bullying, kegiatan dirancang sekitar 60 menit menggunakan media Power Point, video edukasi, diskusi, simulasi, serta kuis interaktif.
Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan dan ice breaking, penyampaian materi bullying, pemutaran video edukasi, diskusi dan simulasi, kuis, refleksi, penyampaian pesan akhlak terpuji, komitmen bersama, serta dokumentasi.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UT berharap pesan tentang saling menghargai, menjaga lisan, menumbuhkan empati, dan menciptakan lingkungan yang aman bagi anak dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Alim

