Darurat Ditolak? Bayi 4 Bulan Diduga Tak Dapat Penanganan di RSUD Karawang, Publik Geram

0
Caption: Darurat Ditolak? Bayi 4 Bulan Diduga Tak Dapat Penanganan di RSUD Karawang, Publik Geram

ULASBERITA.CLICK – Karawang kembali diguncang kabar memilukan. Seorang bayi berusia empat bulan berinisial MZP diduga tidak mendapatkan penanganan medis saat dalam kondisi darurat di RSUD Karawang pada Minggu malam, 3 Mei 2026.

Peristiwa ini bukan sekedar cerita, ia terekam dalam video yang diambil oleh sopir ambulans. Dalam rekaman tersebut, bayi MZP disebut mengalami sesak napas dan telah dirujuk untuk penanganan intensif. Namun setibanya di rumah sakit, harapan itu seakan pupus. Pasien diduga ditolak dengan alasan klasik: ruang perawatan penuh, overload.

Sopir ambulans yang menjadi saksi mata menyebut pihak rumah sakit tidak bisa menerima pasien karena keterbatasan kamar. Situasi yang ironis, di tengah kondisi darurat, fasilitas kesehatan justru tak mampu membuka pintu bagi pasien paling rentan.

Akibatnya, bayi tersebut tidak sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Karawang dan harus dibawa mencari rumah sakit lain. Waktu yang seharusnya digunakan untuk menyelamatkan nyawa justru habis di perjalanan dan penolakan.

Peristiwa ini sontak memicu kemarahan dan keprihatinan publik. Bagaimana mungkin rumah sakit rujukan daerah tidak mampu menangani pasien darurat, terlebih seorang bayi? Di mana letak kesiapsiagaan sistem kesehatan?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD Karawang terkait dugaan penolakan tersebut. Minimnya transparansi justru semakin memperkeruh situasi dan membuka ruang spekulasi di tengah masyarakat.

Kasus ini kembali menampar keras wajah layanan kesehatan publik. Persoalan klasik seperti keterbatasan ruang perawatan seolah terus berulang tanpa solusi konkret. Jika kondisi darurat saja tak bisa ditangani, lalu untuk siapa sebenarnya sistem ini dibangun?

Publik kini menunggu jawaban, bukan sekedar klarifikasi, tetapi juga tanggung jawab. Karena dalam situasi seperti ini, yang dipertaruhkan bukan hanya kepercayaan, tapi nyawa manusia.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini