
KARAWANG — Bagaimana jika setiap perjalanan siswa ke sekolah bukan hanya mengantarkan mereka sampai tujuan, tetapi juga ikut memberi manfaat bagi sekolah?
Gagasan itulah yang coba ditawarkan PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara (GOKAR) melalui program “GOKAR Sahabat Pelajar”.
Program CSR tersebut dirancang untuk menghubungkan penggunaan transportasi online lokal oleh pelajar dengan dukungan bagi dunia pendidikan. Konsep ini mulai dijajaki GOKAR bersama SMKN 2 Karawang dalam pertemuan Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, dengan Kepala SMKN 2 Karawang, Kuswita Sitiadefi, S.Si., M.Si.P., Rabu, 19 Agustus 2026.
Pertemuan berlangsung di SMKN 2 Karawang, Jalan Banten No. 5, Karawang, dan turut dihadiri Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri/Humas, Hj. Susi Amelia, S.Pd., M.Pd.
Melalui GOKAR School CSR Program, siswa nantinya dapat memanfaatkan aplikasi GOKAR untuk kebutuhan transportasi, terutama perjalanan berangkat dan pulang sekolah. Aktivitas transaksi siswa peserta akan direkap secara berkala melalui sistem aplikasi dan/atau kode khusus sekolah yang disepakati.
Dari rekapitulasi tersebut, GOKAR akan menghitung kontribusi CSR berdasarkan realisasi transaksi. Artinya, besaran CSR tidak ditentukan secara tetap, tetapi mengikuti jumlah transaksi, tarif perjalanan, biaya layanan, penerimaan GOKAR, serta mekanisme yang nantinya disepakati bersama.
Bukan Sekedar Antar Jemput
Founder GOKAR Syuhada Wisastra menegaskan, GOKAR sejak awal tidak ingin hanya menjadi penyedia layanan transportasi.
Menurutnya, GOKAR ingin tumbuh bersama masyarakat sekaligus mengambil bagian dalam menggerakkan ekonomi lokal.
“GOKAR ingin tumbuh bersama masyarakat Karawang. Karena itu, kehadiran GOKAR harus memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk bagi dunia pendidikan,” ujar Syuhada.
Ia mengatakan, program Sahabat Pelajar diharapkan mampu menciptakan hubungan saling menguntungkan antara siswa, sekolah, driver, perusahaan, dan masyarakat.
“Kami ingin anak-anak sekolah mendapatkan akses transportasi yang aman dan nyaman, sementara sekolah juga mendapatkan manfaat dari aktivitas penggunaan layanan GOKAR. Ini adalah bentuk sederhana dari semangat ‘Dekat Bersahabat’ yang menjadi identitas GOKAR,” katanya.
Konsep CSR tersebut juga membuka peluang dukungan terhadap berbagai kebutuhan sekolah. Mulai dari beasiswa atau bantuan pendidikan siswa, sarana ibadah, kegiatan OSIS dan ekstrakurikuler, olahraga dan seni, peningkatan fasilitas sekolah, penghargaan siswa berprestasi, kegiatan sosial dan lingkungan, hingga pengembangan kompetensi serta kewirausahaan siswa.
GOKAR juga menyebut program tersebut sebagai bagian dari upaya memberdayakan pengemudi lokal Karawang.
“Ketika masyarakat menggunakan GOKAR, bukan hanya layanan transportasinya yang bergerak. Ada driver lokal yang mendapatkan penghasilan, ada ekonomi keluarga yang ikut bergerak, pendapatan asli daerah meningkat dan pada saat yang sama ada kontribusi yang diarahkan kembali untuk mendukung pendidikan,” tutur Syuhada.
Siswa Tidak Diwajibkan
Meski membawa konsep yang cukup menarik, GOKAR menegaskan bahwa program tersebut bersifat pilihan dan bukan kewajiban bagi siswa.
Pelaksanaan program tetap akan memperhatikan keselamatan, kenyamanan, kelayakan kendaraan, kebijakan sekolah, serta ketentuan yang berlaku.
“Program ini bersifat pilihan dan tidak menjadi kewajiban bagi siswa. Kami ingin seluruh pelaksanaannya berjalan dengan baik, transparan, aman, dan sesuai dengan kebijakan sekolah,” tegas Syuhada.
Dalam konsep awal, sekolah dengan sedikitnya 20 siswa aktif pengguna GOKAR dapat mengikuti program CSR. Khusus untuk SMKN 2 Karawang, GOKAR mengusulkan partisipasi awal yang lebih luas agar dampak program dapat dirasakan secara optimal.
Namun demikian, besaran CSR yang akan diterima sekolah tetap bergantung pada realisasi transaksi dan mekanisme kerja sama yang disepakati.
SMKN 2 Karawang Sambut Positif
Kepala SMKN 2 Karawang Kuswita Sitiadefi menyambut positif penjajakan kerja sama tersebut.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
“Kami menyambut baik adanya inisiatif dari GOKAR untuk ikut mendukung dunia pendidikan. Kerja sama seperti ini tentu harus memberikan manfaat bagi siswa dan sekolah serta dapat dikembangkan secara positif dan berkelanjutan,” ujar Kuswita.
Ia menilai perusahaan lokal yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan perlu mendapat ruang untuk berkolaborasi.
“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan masyarakat,” katanya.
Namun Kuswita menegaskan, setiap bentuk kerja sama tetap harus dikaji dan disesuaikan dengan kebijakan sekolah serta kepentingan pendidikan.
“Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan nilai tambah bagi siswa, sekolah dan lingkungan pendidikan. Tentunya seluruh mekanismenya akan kami kaji dan komunikasikan bersama,” ujarnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri/Humas Hj. Susi Amelia juga turut mendorong penguatan komunikasi antara sekolah dan GOKAR.
Menurutnya, hubungan sekolah dengan dunia usaha memiliki posisi strategis dalam membuka peluang kolaborasi, termasuk pengembangan kompetensi siswa, hubungan dengan dunia industri, kegiatan pendidikan hingga program sosial.
Dari Karawang untuk Karawang
Jika direalisasikan, GOKAR Sahabat Pelajar berpotensi menghadirkan pola kolaborasi yang berbeda. Aktivitas transportasi siswa tidak hanya berhenti pada layanan antar dan jemput, tetapi diarahkan menjadi bagian dari ekosistem yang memberi manfaat kembali kepada sekolah.
Siswa mendapatkan pilihan transportasi, driver lokal memperoleh peluang penghasilan, perusahaan menjalankan bisnisnya, sementara sekolah berpeluang memperoleh dukungan CSR.
Namun, kunci keberhasilan program tersebut berada pada transparansi mekanisme, keamanan siswa, kesesuaian dengan aturan sekolah, serta kejelasan perhitungan dan penyaluran CSR.
Pertemuan GOKAR dengan SMKN 2 Karawang pun menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih konkret antara dunia usaha dan dunia pendidikan.
Dengan semangat “Dekat Bersahabat, Mendukung Masa Depan”, GOKAR berharap program tersebut dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain di Kabupaten Karawang.
Sebab, ketika bisnis lokal tidak hanya mengejar pertumbuhan tetapi juga ikut mengembalikan manfaat kepada masyarakat, maka sebuah perjalanan sederhana menuju sekolah bisa memiliki makna yang jauh lebih besar.
“Bersama GOKAR, Bergerak Bersama untuk Pendidikan Karawang.”
Penulis: Alim

