Jembatan di Majalengka Ambrol 2 Tahun Tak Diperbaiki: Ratusan Warga Dipaksa Melintas di Atas Kayu Rapuh

0
Caption: Jembatan di Majalengka Ambrol 2 Tahun Tak Diperbaiki: Ratusan Warga Dipaksa Melintas di Atas Kayu Rapuh

Majalengka — Dua tahun sudah jembatan penghubung tiga desa, Silihwangi, Sarikuning, dan Bantarujeg di Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ambruk. Namun hingga kini, tak ada tanda-tanda perbaikan. Warga terpaksa bertaruh nyawa setiap hari, melintas menggunakan jembatan kayu darurat yang kondisinya kian memprihatinkan.

Jembatan ini merupakan akses vital menuju sawah, ladang, pusat aktivitas ekonomi, hingga sekolah. Setiap hari, ratusan orang melintas, termasuk puluhan pelajar yang harus menyeberang sambil menahan takut jembatan sewaktu-waktu bisa patah.

“Saya berharap jembatan ini segera diperbaiki agar kami bisa melintas dengan aman,” ungkap Ajeng, seorang siswi yang setiap hari menyeberang di atas jembatan darurat tersebut, Minggu (30/11/2025).

Dua Tahun Rusak, Penyebab Tak Kunjung Jelas

Hingga kini belum ada kepastian penyebab utama ambruknya jembatan. Namun posisi jembatan yang berada di atas aliran sungai berarus deras diduga membuat konstruksi lamanya tak mampu bertahan. Warga menilai kerusakan ini seharusnya bisa diantisipasi jika konstruksinya dibangun sesuai standar.

Regulasi Jelas, Kenapa Jembatan Dibiarkan?

Padahal, aturan pemerintah sangat rinci soal standar keamanan jembatan.

• Permen PUPR No. 11/PRT/M/2015 menegaskan jembatan harus dibangun dengan memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, dan keandalan.

• Pasal 5 ayat (1) secara eksplisit menyebut jembatan wajib memiliki kekuatan dan kestabilan memadai terhadap beban lalu lintas, angin, hingga gempa bumi.

• Ketentuan hukum lain seperti UU No. 2/2017 tentang Jasa Konstruksi dan PP No. 22/2020 juga memperjelas kewajiban penyelenggara konstruksi untuk memastikan infrastruktur aman digunakan masyarakat.

Pertanyaannya, mengapa jembatan yang begitu vital ini bisa dibiarkan rusak selama dua tahun tanpa penanganan serius?

Akses ke Lokasi Terhambat, Informasi dari Pejabat Belum Diperoleh

Upaya awak media untuk meminta keterangan pejabat terkait belum membuahkan hasil akibat medan sulit dan akses terputus. Namun publik menuntut jawaban. Di mana peran pemerintah daerah? Apa rencana konkret pemulihan? Kapan warga berhenti mempertaruhkan nyawa di atas kayu rapuh itu?

Desakan Publik Menguat

Warga berharap pemerintah segera turun tangan dan mempercepat proses perbaikan. Jembatan bukan sekedar fasilitas umum, ini adalah urat nadi kehidupan ribuan warga yang kini berjalan di atas risiko setiap harinya.

Penulis: Iin Susanti

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini