
Karawang – Keluhan warga kembali mencuat terkait buruknya kondisi saluran irigasi di perbatasan Desa Dukuhkarya dan Amansari, Kecamatan Rengasdengklok. Tumpukan eceng gondok dibiarkan menutup aliran air hingga menyerupai “karpet hijau” yang membuat irigasi nyaris tidak berfungsi. Warga pun geram dan mendesak pemerintah desa, kecamatan, hingga Perum Jasa Tirta (PJT) II Rengasdengklok untuk segera turun tangan, bukan sekedar memberi janji.
Irigasi Nyaris Mati Total
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi memprihatinkan, aliran air tersendat parah, warna air berubah keruh pekat, dan tumpukan eceng gondok menciptakan habitat bagi hewan liar, termasuk lintah yang kini sering muncul. Bagi warga yang masih mengandalkan irigasi untuk kebutuhan sehari-hari, situasi ini bukan hanya mengganggu, melainkan juga mengancam kesehatan.
“Itu sudah parah. Eceng gondok terlalu banyak, air jadi sangat kotor, lintah juga muncul di mana-mana. Kami mohon pemerintah desa, kecamatan, dan PJT II segera turun tangan. Kasihan warga yang masih menggunakan air irigasi,” ujar Yadi, warga setempat, Selasa (9/12/2025).
Serangan Lintah Bikin Warga Trauma
Keluhan paling serius disampaikan Aman, warga desa Dukuhkarya yang memiliki kebun di sekitar saluran air. Ia mengisahkan bagaimana lintah tiba-tiba menempel di sekujur tubuhnya saat membuka aliran air untuk menyiram kebun.
“Biasanya saya buka air seperti biasa. Tapi waktu itu lintah nempel banyak di tubuh, kaget sekali. Hampir drop… rasanya seperti depresi. Bukan hanya sakit fisik, tapi kagetnya luar biasa,” tuturnya.
Meski tidak sampai dirawat di rumah sakit, kejadian itu membuat Aman trauma dan khawatir kondisi irigasi yang semakin tak terurus dapat membahayakan warga lain.
Warga Geram: Stop Saling Lempar Tanggung Jawab
Masyarakat menuntut pemerintah desa, kecamatan, dan PJT II berhenti saling menghindari tanggung jawab. Irigasi merupakan fasilitas vital, penanganan yang terlambat dapat memperparah kerusakan lingkungan, meningkatkan risiko penyakit, dan mengganggu pertanian warga.
“Kalau terus ditunda, makin parah. Warga butuh tindakan nyata, bukan janji,” keluh warga lainnya di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah konkret pihak terkait untuk membersihkan eceng gondok, memperlancar aliran air, dan memulihkan fungsi irigasi demi keselamatan serta kenyamanan masyarakat.
Pertanyaan yang Masih Menggantung
Sampai kapan warga harus menghadapi ancaman lintah dan irigasi yang mati, sementara pemerintah justru saling melempar kewenangan?
Penulis: Dedi MK

