Kemarau Mulai Menggigit, 3.428 Warga di Tiga Desa Krisis Air Bersih

0
Caption: Kemarau Mulai Menggigit, 3.428 Warga di Tiga Desa Krisis Air Bersih

Karawang – Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga Kabupaten Karawang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mencatat sebanyak 3.428 jiwa atau 1.228 kepala keluarga di tiga desa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Berdasarkan data BPBD per Selasa (7/7/2026), wilayah yang terdampak meliputi Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, serta Desa Kutamekar dan Desa Mulyasejati di Kecamatan Ciampel.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ferry Muharram, mengatakan pemerintah daerah telah bergerak cepat dengan menyalurkan 75.000 liter air bersih kepada warga terdampak. Bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap sejak awal Juni 2026 berdasarkan laporan masyarakat dan pemerintah desa.

“Kebutuhan air bersih masyarakat di tiga desa terdampak hingga saat ini masih dapat terpenuhi melalui kolaborasi BPBD dengan Perumdam Tirta Tarum Karawang,” ujar Ferry.

Selain menyalurkan bantuan air bersih, BPBD juga terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan ke wilayah lain.

Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan mulai menghemat pemakaian, mengingat musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung cukup panjang.

Sementara itu, BMKG memprediksi puncak musim kemarau tahun 2026 akan terjadi pada Juli hingga September, dengan puncak kekeringan diperkirakan berlangsung pada Agustus. Kondisi kemarau tahun ini diprediksi lebih kering dan lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga potensi bertambahnya daerah terdampak kekeringan perlu terus diwaspadai.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini