Ketua LSM GMBI KSM Rawamerta Soroti Proyek U-Ditch di Cibadak: “Pelaksana Harus Terbuka dan Hormati Fungsi Kontrol Sosial”

0
Caption: Ketua LSM GMBI KSM Rawamerta Soroti Proyek U-Ditch di Cibadak: “Pelaksana Harus Terbuka dan Hormati Fungsi Kontrol Sosial”

KARAWANG | ULASBERITA.CLICK | Ketua LSM GMBI KSM Rawamerta, Jajat Sudarajat yang akrab disapa Oblang, angkat bicara terkait insiden yang terjadi di lokasi proyek pembangunan saluran drainase (U-Ditch) di Dusun Kawista, Desa Cibadak, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Selasa (8/7/2025).

Dalam keterangannya kepada media, Oblang menyesalkan sikap arogansi salah satu pelaksana proyek berinisial Y yang disebut sempat marah-marah saat dikonfirmasi oleh wartawan terkait dugaan tidak adanya papan informasi proyek. Sikap itu dianggap mencederai semangat keterbukaan publik.

“Kami sangat menyayangkan jika benar ada pelaksana proyek yang justru marah ketika diminta klarifikasi oleh wartawan. Fungsi kontrol sosial itu dijamin undang-undang, dan semua proyek yang menggunakan anggaran negara wajib terbuka kepada publik,” tegas Oblang.

Menurutnya, proyek yang tidak disertai papan informasi sejak awal pengerjaan patut dipertanyakan transparansinya. Meski pihak pelaksana mengklaim sudah memasang papan informasi di dinding rumah warga pada hari Sabtu, namun pekerjaan sudah berjalan sejak Jumat pagi. Hal ini dinilai tidak sesuai dengan prinsip keterbukaan publik.

“Kalau papan proyek baru dipasang setelah pekerjaan dimulai, itu sama saja tidak transparan. Apalagi kalau papan itu dipasang di tempat yang tidak terlihat jelas oleh masyarakat umum,” lanjutnya.

Oblang juga mengingatkan bahwa reaksi berlebihan terhadap pemberitaan bukanlah sikap yang bijak. “Kalau pelaksana merasa dirugikan oleh pemberitaan, silakan tempuh jalur klarifikasi atau hak jawab. Bukan dengan mengancam akan melaporkan wartawan. Itu sikap yang tidak mencerminkan kedewasaan dalam menyikapi kritik,” tegasnya.

Ia meminta agar pihak terkait, baik pelaksana maupun pihak CV penyedia jasa, menghargai peran masyarakat dan pers sebagai mitra pembangunan. Selain itu, ia mendorong pihak pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap setiap pelaksanaan proyek di lapangan.

“Jangan sampai proyek-proyek seperti ini menimbulkan keresahan warga atau justru jadi ajang konflik. Fungsi sosial kontrol harus dihargai, dan masyarakat punya hak untuk tahu,” tutup Jajat Sudarajat yang akrab disapa Oblang.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini