Lautan Jamaah Padati Karangsinom, Haul Bunda Hj. Herni Maryani Jadi Momentum Penguat Cinta dan Spirit Keimanan

0
Caption: Lautan Jamaah Padati Karang Sinom, Haul Bunda Hj. Herni Maryani Jadi Momentum Penguat Cinta dan Spirit Keimanan

Karawang – Kampung Sadang, Desa Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, mendadak berubah menjadi lautan manusia. Ratusan jamaah dari berbagai penjuru daerah, Garut, Depok, Bekasi, Indramayu hingga Bandung, tumpah ruah menghadiri Haul Almarhumah Bunda Hj. Herni Maryani binti H. Endin Safrudin, Selasa (5/5/2026).

Tak sekedar haul, momentum ini menjelma menjadi gelombang spiritual besar melalui Tabligh Akbar yang menghadirkan penceramah muda kharismatik, Gus Habil Bilasahil Assaqoti Albagdadi, putra ulama kharismatik KH Junaedi Albagdadi.

Sejak awal acara, suasana sudah terasa berbeda. Lantunan dzikir dan manakib Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani menggema, menyatukan hati para jamaah dalam kekhusyukan yang mendalam. Tak sedikit yang larut dalam doa, menundukkan kepala dengan penuh harap dan cinta kepada Allah SWT.

Abah KH Wawan Gunawan, yang akrab disapa Abah Kombes, dalam sambutannya menyampaikan rasa haru sekaligus bangga atas antusiasme jamaah yang hadir.

“Ini bukan sekedar hadir secara fisik, tapi ini adalah bukti cinta. Datang dari jauh, meluangkan waktu, semua karena Allah,” tegasnya di hadapan jamaah.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kekuatan utama majelis seperti ini terletak pada niat dan keyakinan.

“Kita kumpul di sini karena Allah. Melangkah karena Allah. Bahkan rasa lelah yang kita rasakan pun karena Allah. Dari sinilah lahir cinta, cinta kepada guru, kepada orang tua kita, kepada KH Junaedi Albagdadi, dan kepada Gus Habil,” ujarnya penuh penekanan.

Haul ini bukan hanya menjadi ajang mengenang sosok Almarhumah Bunda Hj. Herni Maryani, tetapi juga menjadi ruang penguat ikatan spiritual antara jamaah dan para ulama. Di tengah derasnya tantangan zaman, majelis seperti ini menjadi oase yang meneguhkan kembali arah hidup: kembali kepada Allah, melalui jalan para guru dan orang-orang saleh.

Acara berlangsung khidmat hingga akhir, meninggalkan kesan mendalam bagi para jamaah, bahwa cinta, keimanan, dan kebersamaan masih hidup dan terus menyala di tengah masyarakat.

Penulis: Dedi MK

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini