JAKARTA — Inovasi ekonomi kreatif Kabupaten Karawang mulai menunjukkan kiprahnya di pasar internasional. Melalui produk Karrasi19, limbah industri yang selama ini menjadi persoalan lingkungan diolah menjadi produk bernilai tambah hingga berhasil menembus pasar Nigeria dan menarik perhatian Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf).
Capaian tersebut turut diperkenalkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Indonesia Creative Connect (ICC) 2026. Dalam ajang tersebut, Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Karawang tampil membawa semangat ekonomi sirkular sekaligus memperkenalkan diri sebagai intellectual property (IP) baru di bawah naungan ICCN Jawa Barat.
Pendiri sekaligus Wakil Ketua Forum Ekraf Karawang, Luthfi Ansori, mengatakan partisipasi dalam agenda nasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah melalui inovasi, kolaborasi, dan pengembangan produk yang memiliki daya saing global.
“Karawang menghadirkan produk unggulan dalam display ICCN Jawa Barat yang mengacu pada isu dunia, sejalan dengan semangat green economy atau ekonomi hijau,” ujar Luthfi, Selasa (27/10/2026).
Karrasi19 Ubah Limbah Jadi Peluang Ekonomi
Salah satu produk yang mencuri perhatian dalam kegiatan tersebut adalah Karrasi19, inovasi asal Karawang yang mengolah limbah industri menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.
Dikembangkan sejak 29 Juni 2020, Karrasi19 hadir dengan pendekatan ekonomi sirkular, yakni memanfaatkan kembali material yang berpotensi menjadi limbah agar memiliki nilai guna dan nilai jual.
Inovasi tersebut mendapat perhatian Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat mengunjungi area pameran bersama Ketua Umum ICCN, Tubagus Fiki C. Satari.
Dalam kesempatan itu, Kementerian Ekonomi Kreatif menyampaikan komitmen untuk memberikan rekomendasi guna mempermudah akses bahan baku limbah industri bagi para perajin.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku ekonomi kreatif mengembangkan produk berbasis material daur ulang sekaligus memperluas peluang usaha yang lebih berkelanjutan.
Ketua Forum Ekraf Karawang, Asep R. Sundapura, yang mendampingi inovator Karrasi19, Supriadi, mengungkapkan bahwa produk tersebut kini memiliki 31 stock keeping unit (SKU) yang telah lolos kurasi dan berhasil melakukan ekspor perdana ke Nigeria.
“Ini menjadi momentum penting bagi produk lokal Karawang untuk melangkah ke pasar global,” ungkap Asep.
Tak berhenti di Nigeria, sampel produk Karrasi19 juga telah dikirim ke Kazakhstan, Irlandia, Belanda, dan Jerman melalui jejaring agregator. Pengiriman tersebut membuka peluang bagi Karrasi19 untuk memperluas jangkauan pasar di sejumlah negara.
Capaian ini menjadi gambaran bahwa inovasi berbasis potensi lokal dapat berkembang menjadi produk kreatif yang memiliki peluang di pasar internasional. Di sisi lain, pemanfaatan limbah industri juga menawarkan pendekatan yang lebih berkelanjutan dalam menciptakan nilai ekonomi.
Gandeng ITB, Karrasi19 Disiapkan Semakin Kompetitif
Untuk memperkuat pengembangan produk, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu langkah yang didorong oleh ICCN Jawa Barat.
Koordinator Daerah ICCN Jawa Barat, Vicki Kresna, bersama Executive Committee ICCN, Dwinita Larasati, mendorong agar Karrasi19 terus dikembangkan sehingga mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar dan tren desain global.
Sebagai tindak lanjut, Institut Teknologi Bandung (ITB) dijadwalkan mengunjungi workshop Karrasi19 dalam waktu dekat.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan riset material, penyempurnaan desain, peningkatan kualitas produk, hingga penguatan daya saing inovasi ekonomi sirkular dari Karawang.
Keterlibatan perguruan tinggi dinilai dapat memperkuat proses pengembangan produk, mulai dari pemanfaatan material, inovasi desain, hingga penyesuaian terhadap kebutuhan konsumen.
Dengan dukungan komunitas kreatif, pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha, inovasi lokal diharapkan tidak berhenti pada tahap penciptaan produk, tetapi mampu tumbuh menjadi usaha berkelanjutan yang memiliki akses pasar lebih luas.
Forum Ekraf Karawang Perkuat Jejaring Kreatif Nasional
Keikutsertaan Forum Ekraf Karawang dalam Rakornas ICCN dan ICC 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi daerah dalam jejaring ekonomi kreatif Indonesia.
Ketua Umum ICCN, Tubagus Fiki C. Satari, menyampaikan bahwa jejaring ICCN telah menjangkau 277 kabupaten dan kota di Indonesia.
Sementara itu, Indonesia Creative Connect 2026 menjadi momentum konsolidasi organisasi, evaluasi program, serta penguatan kolaborasi ekonomi kreatif antardaerah. Kegiatan tersebut diikuti 38 koordinator daerah yang mewakili provinsi.
Bagi Forum Ekraf Karawang, partisipasi ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah, membangun jejaring strategis, dan membuka peluang kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif.
Dukungan ICCN Jawa Barat, Kemenekraf, ITB, serta jejaring agregator diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi produk lokal untuk berkembang dan menjangkau konsumen internasional.
Karrasi19 menjadi salah satu contoh bagaimana persoalan limbah industri dapat diolah menjadi peluang usaha melalui kreativitas dan inovasi. Dengan penguatan riset, peningkatan kualitas produk, serta kolaborasi yang berkelanjutan, produk kreatif asal Karawang diharapkan semakin mampu bersaing di pasar global.
Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa ekonomi kreatif tidak hanya berbicara tentang menghasilkan produk baru, tetapi juga tentang menciptakan nilai tambah, membuka peluang ekonomi, dan menghadirkan solusi bagi persoalan lingkungan.


