
KARAWANG — Digitalisasi menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah persaingan usaha yang semakin ketat. Tak hanya dituntut mampu memasarkan produk, pelaku UMKM juga perlu memahami pencatatan keuangan agar perkembangan bisnis dapat terukur dan pengelolaan usaha semakin tertata.
Menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan Kopdar UMKM Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, menghadirkan sosialisasi aplikasi GOKAR dan Kasir GOKAR yang diperkenalkan sebagai solusi digital untuk membantu aktivitas usaha masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (12/10/2026), pukul 13.00 WIB, di Aula Kantor Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari, mengangkat tema “Pentingnya Pencatatan Keuangan Sederhana bagi UMKM.”
Puluhan pelaku UMKM mengikuti kegiatan tersebut untuk mendapatkan wawasan mengenai pengelolaan keuangan sederhana sekaligus mengenal pemanfaatan teknologi digital dalam menunjang kegiatan usaha.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pendamping Mentorship 360 Kecamatan Purwasari, Wiryanti, Nurasyiah selaku istri Kepala Desa Purwasari, Founder GOKAR Syuhada Wisastra, Manager GOKAR Erlangga, serta jajaran pengemudi dan tim administrasi GOKAR.
Pencatatan Keuangan Jadi Kunci Pengelolaan UMKM
Pendamping Mentorship 360 Kecamatan Purwasari, Wiryanti, membuka kegiatan dengan mengajak para pelaku UMKM untuk terus belajar, bertukar pengalaman, dan memanfaatkan berbagai peluang untuk mengembangkan usaha.
Menurutnya, Kopdar UMKM bukan sekedar menjadi ajang silaturahmi, melainkan juga ruang berbagi pengetahuan dan memperluas wawasan mengenai strategi pengelolaan usaha yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Ia menekankan bahwa pencatatan keuangan merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan pelaku usaha, terutama untuk mengetahui arus pemasukan, pengeluaran, dan perkembangan penjualan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelaku UMKM semakin memahami pentingnya pencatatan keuangan sederhana dan mulai memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan usahanya. Dengan pencatatan yang baik, pelaku usaha akan lebih mudah mengetahui pemasukan, pengeluaran, dan perkembangan penjualan,” ujarnya.
Wiryanti berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi benar-benar diterapkan dalam pengelolaan usaha masing-masing.
GOKAR, Inovasi Digital Lokal untuk Pelaku Usaha
Dukungan terhadap pemanfaatan teknologi digital juga disampaikan Nurasyiah, istri Kepala Desa Purwasari. Ia mengapresiasi kehadiran GOKAR sebagai inovasi digital yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Karawang.
Menurutnya, pelaku UMKM membutuhkan dukungan dan pendampingan agar mampu mengikuti perkembangan zaman, baik dalam pemasaran produk, pelayanan pelanggan, maupun pengelolaan transaksi.
“Saya mengapresiasi dan merasa bangga dengan hadirnya aplikasi GOKAR, sebuah inovasi yang dikembangkan oleh putra daerah Karawang. Semoga aplikasi ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Desa Purwasari, agar semakin mengenal teknologi digital dan mampu mengembangkan usahanya,” ungkap Nurasyiah.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak pelaku usaha yang memperoleh kesempatan untuk belajar dan memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan mereka.
Founder GOKAR Perkenalkan Beragam Layanan Digital

Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, menjelaskan bahwa GOKAR merupakan aplikasi layanan digital yang dikembangkan oleh PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara, perusahaan teknologi lokal asal Karawang yang mengusung semangat “Dekat Bersahabat”.
Menurut Syuhada, GOKAR dikembangkan untuk menghadirkan alternatif layanan transportasi online dan pengiriman barang bagi masyarakat, sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung kegiatan ekonomi lokal.
“GOKAR merupakan aplikasi transportasi online asli Karawang yang kami kembangkan untuk mendekatkan layanan digital kepada masyarakat. Kami ingin teknologi tidak hanya dinikmati oleh masyarakat perkotaan, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk mendukung kegiatan usaha mereka,” ujar Syuhada.
Dalam sosialisasi tersebut, tim GOKAR memperkenalkan sejumlah layanan yang ditawarkan, meliputi GOKAR Ride untuk transportasi sepeda motor, GOKAR Taxi untuk transportasi mobil, GOKAR Pickup untuk angkutan barang, GOKAR Send untuk pengiriman barang, GOKAR Food untuk pemesanan makanan, GOKAR UMKM untuk mendukung promosi dan penjualan produk UMKM Karawang, serta GOKAR Travel untuk layanan perjalanan dan wisata.
Beragam layanan tersebut diperkenalkan sebagai alternatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan pelaku usaha sesuai kebutuhan, mulai dari mobilitas, pengiriman produk, hingga upaya memperluas jangkauan pemasaran.
Kasir GOKAR Gratis, Pelaku UMKM Diajak Tinggalkan Pencatatan yang Tidak Tertata

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah pengenalan Kasir GOKAR, aplikasi pencatatan transaksi digital yang menurut pihak GOKAR disediakan secara gratis bagi pelaku UMKM di Kabupaten Karawang.
Syuhada menilai pencatatan transaksi merupakan fondasi penting dalam pengelolaan usaha. Tanpa pencatatan yang teratur, pelaku usaha dapat mengalami kesulitan dalam mengetahui perkembangan penjualan dan mengevaluasi kondisi keuangan bisnisnya.
“Kami ingin membantu UMKM Karawang agar semakin mudah memanfaatkan teknologi. Karena itu, Kasir GOKAR kami hadirkan secara gratis untuk pelaku UMKM di Karawang. Harapannya, para pelaku usaha dapat mulai mencatat transaksi, mengelola data penjualan, dan membangun kebiasaan administrasi yang lebih tertib tanpa harus terbebani biaya berlangganan aplikasi kasir,” jelasnya.
Ia menambahkan, digitalisasi usaha tidak harus dimulai dengan sistem yang rumit. Pelaku UMKM dapat memulainya melalui langkah sederhana, seperti mencatat setiap transaksi penjualan, mengidentifikasi produk yang paling diminati pelanggan, serta mengevaluasi pemasukan dan pengeluaran secara berkala.
Dengan pencatatan yang lebih tertata, pelaku usaha diharapkan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi bisnisnya sehingga dapat mengambil keputusan berdasarkan data penjualan yang tersedia.
Meski demikian, pemanfaatan aplikasi digital tetap membutuhkan pemahaman dan kebiasaan penggunaan secara konsisten. Karena itu, sosialisasi dan pendampingan menjadi bagian penting agar teknologi yang diperkenalkan benar-benar dapat diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Peserta Menilai Sosialisasi Membuka Peluang Baru
Pengenalan aplikasi GOKAR dan Kasir GOKAR mendapat perhatian dari para peserta Kopdar UMKM Kecamatan Purwasari.
Salah seorang peserta menilai kegiatan tersebut memberikan tambahan wawasan, khususnya bagi pelaku usaha yang selama ini masih mengandalkan cara konvensional dalam menjalankan bisnis.
“Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami bisa mengenal aplikasi yang dapat membantu usaha. Selama ini, pelaku UMKM perlu terus belajar agar tidak tertinggal perkembangan teknologi. Mudah-mudahan dengan adanya GOKAR, kami bisa lebih mudah mengenalkan produk dan memberikan pelayanan kepada pelanggan,” ungkapnya.
Peserta lainnya menyoroti pengenalan Kasir GOKAR gratis sebagai kesempatan untuk mulai membiasakan diri melakukan pencatatan transaksi secara digital.
“Kasir GOKAR gratis ini menarik untuk dipelajari. Pencatatan penjualan memang penting supaya kami bisa mengetahui berapa transaksi yang terjadi dan lebih tertib mengelola usaha. Harapannya, setelah sosialisasi ini kami bisa mencoba menggunakan aplikasinya dan mendapatkan pendampingan jika masih mengalami kesulitan,” ujarnya.
Tanggapan tersebut menunjukkan adanya ketertarikan peserta terhadap pemanfaatan teknologi untuk mendukung kegiatan usaha. Namun, keberhasilan digitalisasi tidak hanya ditentukan oleh pengenalan aplikasi, melainkan juga oleh kemudahan penggunaan, konsistensi pemanfaatan, serta dukungan pendampingan setelah sosialisasi.
Digitalisasi Bukan Sekedar Tren, UMKM Perlu Pendampingan

Kegiatan Kopdar UMKM Kecamatan Purwasari menjadi momentum untuk mempertemukan pendamping UMKM, unsur masyarakat desa, dan penyedia layanan digital dalam upaya mendorong pengembangan ekonomi lokal.
Selain memperkenalkan aplikasi, kegiatan tersebut menekankan pentingnya pencatatan keuangan sederhana, pemanfaatan teknologi, dan strategi promosi produk melalui kanal digital.
Bagi pelaku UMKM, tantangan berikutnya adalah menerapkan pengetahuan tersebut secara nyata. Aplikasi pencatatan transaksi baru akan memberikan manfaat apabila digunakan secara konsisten dan disesuaikan dengan kebutuhan usaha.
Di sisi lain, pendampingan berkelanjutan juga diperlukan agar pelaku UMKM yang belum terbiasa menggunakan teknologi tidak mengalami kesulitan ketika mulai menerapkannya.
Melalui kegiatan ini, GOKAR berharap semakin banyak pelaku UMKM di Kecamatan Purwasari dan wilayah lain di Kabupaten Karawang yang mengenal serta memanfaatkan layanan digital, termasuk Kasir GOKAR gratis, untuk menunjang kegiatan bisnis mereka.
Kolaborasi antara pendamping UMKM, pemerintah desa, masyarakat, dan perusahaan teknologi lokal diharapkan dapat memperluas akses pengetahuan digital sekaligus mendorong pelaku usaha menjadi lebih tertib dalam mengelola keuangan, produktif, dan berdaya saing.
Dengan mengusung semangat “Dekat Bersahabat”, GOKAR menyatakan komitmennya untuk memperkenalkan teknologi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung perkembangan UMKM lokal.
GOKAR — Dekat Bersahabat, bersama mendukung UMKM Karawang semakin maju.

