
KARAWANG — Komunikasi antara guru dan orang tua siswa kembali menjadi sorotan. Kali ini, keluhan datang dari orang tua siswa kelas 8B SMP Negeri 3 Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, yang mempertanyakan respons wali kelas berinisial AR saat dihubungi melalui WhatsApp untuk menyampaikan informasi bahwa anaknya sedang sakit.
Orang tua siswa berinisial FJ, yang merupakan orang tua dari siswa berinisial GL, mengaku kecewa karena pesan yang dikirimkan kepada wali kelas tersebut disebut tidak selalu mendapatkan balasan. Padahal, komunikasi itu dilakukan untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi kesehatan anaknya yang tidak memungkinkan mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Bagi FJ, persoalan ini bukan sekedar masalah pesan WhatsApp yang lambat dibalas. Ia mempertanyakan bagaimana komunikasi antara wali kelas dan orang tua seharusnya berjalan ketika menyangkut kondisi siswa yang membutuhkan perhatian.
“Kalau anak sakit dan tidak bisa masuk sekolah, kami menghubungi wali kelas untuk memberikan informasi. Namun, terkadang pesan dibalas, terkadang tidak. Responsnya juga terkadang lama,” ujar FJ saat menyampaikan keluhannya, Senin (12/10/2026).
Menurut FJ, dirinya pernah mengirimkan pesan kepada wali kelas melalui WhatsApp, tetapi pesan tersebut hanya dibaca tanpa mendapatkan balasan. Sementara itu, ketika istrinya menghubungi wali kelas yang sama, pesan justru mendapat respons.
Perbedaan pengalaman komunikasi tersebut menimbulkan tanda tanya bagi FJ. Ia berharap wali kelas dapat memberikan respons yang konsisten, terutama ketika orang tua menyampaikan informasi penting mengenai kondisi anaknya.
“Seharusnya wali kelas bisa memberikan tanggapan, setidaknya mengonfirmasi bahwa informasi sudah diterima. Kalau anak sakit dan orang tua sudah memberi kabar, tentu kami berharap ada respons,” tuturnya.
Bukan Sekedar Pesan WhatsApp, tetapi Soal Tanggung Jawab Komunikasi
Keluhan tersebut memunculkan pertanyaan yang patut dijawab: sejauh mana komunikasi antara wali kelas dan orang tua siswa berjalan efektif di lingkungan sekolah?
Wali kelas memiliki peran penting sebagai penghubung antara sekolah, siswa, dan keluarga. Informasi mengenai siswa yang tidak dapat mengikuti pembelajaran karena sakit merupakan bagian dari koordinasi yang perlu dikelola dengan baik.
Memang, guru memiliki berbagai tanggung jawab, mulai dari kegiatan belajar mengajar hingga pekerjaan administratif. Karena itu, tidak setiap pesan harus dibalas seketika.
Namun, ketika orang tua mengaku mengalami kesulitan mendapatkan respons, persoalan tersebut layak menjadi bahan evaluasi. Sekolah perlu memastikan adanya mekanisme komunikasi yang jelas agar informasi penting dari orang tua dapat diterima dan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.
Sebab, bagi orang tua, mengabarkan anak sedang sakit bukan sekedar formalitas untuk menjelaskan ketidakhadiran siswa. Ada harapan bahwa informasi tersebut diterima dan dipahami oleh pihak sekolah.
Jika orang tua sudah berinisiatif mengabarkan kondisi anaknya, apakah berlebihan jika mereka berharap mendapatkan konfirmasi sederhana bahwa pesan tersebut telah diterima?
Pertanyaan inilah yang perlu dijawab melalui klarifikasi, bukan dibiarkan berkembang menjadi kesalahpahaman antara keluarga dan pihak sekolah.
Orang Tua Berharap Ada Evaluasi, Bukan Kesalahpahaman Berkepanjangan
FJ menegaskan bahwa keluhannya berfokus pada respons komunikasi yang dinilainya kurang konsisten. Ia berharap persoalan tersebut mendapat perhatian agar komunikasi antara orang tua dan wali kelas dapat berjalan lebih baik.
Ia juga menyampaikan bahwa persoalan itu semula ingin dilaporkan kepada kepala sekolah sebagai bahan evaluasi terhadap komunikasi wali kelas.
Harapan tersebut menjadi pengingat bahwa kepercayaan orang tua terhadap sekolah tidak hanya dibangun melalui kegiatan pembelajaran di ruang kelas. Komunikasi yang terbuka, responsif, dan profesional juga menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan antara keluarga dan institusi pendidikan.
Ketika komunikasi berjalan baik, orang tua memiliki kepastian bahwa informasi mengenai anaknya telah diterima. Sebaliknya, ketika komunikasi tidak berjalan sebagaimana diharapkan, potensi kesalahpahaman dapat muncul dan berkembang.
Karena itu, persoalan ini semestinya tidak dipandang semata-mata sebagai urusan pribadi antara orang tua dan wali kelas. Keluhan tersebut dapat menjadi momentum bagi sekolah untuk mengevaluasi pola komunikasi dengan seluruh orang tua siswa.
Kepala Sekolah dan Wali Kelas Diminta Memberikan Klarifikasi
Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, awak media telah berupaya meminta konfirmasi dan klarifikasi melalui pesan WhatsApp kepada Kepala SMPN 3 Rengasdengklok, H. M. Asep Sumarna, S.Pd., M.M., serta wali kelas 8B berinisial AR.
Konfirmasi tersebut diperlukan untuk mengetahui bagaimana pihak sekolah memandang keluhan yang disampaikan FJ, termasuk apakah terdapat kendala komunikasi, keterbatasan waktu, atau faktor lain yang menyebabkan pesan orang tua disebut tidak selalu mendapatkan balasan.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan atau klarifikasi resmi dari pihak yang dihubungi.
Belum adanya tanggapan tersebut tidak serta merta membuktikan adanya pelanggaran atau kelalaian. Meski demikian, penjelasan dari pihak sekolah tetap diperlukan agar persoalan ini dapat dipahami secara utuh dan tidak hanya bertumpu pada keterangan satu pihak.
Pihak sekolah juga perlu mendapat kesempatan untuk menjelaskan prosedur komunikasi antara wali kelas dan orang tua, termasuk mekanisme penyampaian informasi ketika siswa tidak dapat mengikuti pembelajaran karena sakit.
Pada akhirnya, persoalan ini bukan tentang menuntut guru untuk selalu memegang telepon genggam atau membalas setiap pesan dalam hitungan menit. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana komunikasi yang menyangkut kepentingan siswa dapat berlangsung secara jelas, wajar, dan bertanggung jawab.
Sebab, ketika komunikasi antara sekolah dan orang tua dipertanyakan, yang dipertaruhkan bukan hanya soal balasan pesan, melainkan juga kepercayaan yang menjadi fondasi hubungan pendidikan.
Kini, publik menunggu penjelasan dari Kepala SMPN 3 Rengasdengklok maupun wali kelas 8B berinisial AR. Klarifikasi diperlukan untuk menjawab keluhan orang tua sekaligus memastikan apakah terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki dalam pola komunikasi di lingkungan sekolah.
Redaksi media ulasberita.click membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak sekolah maupun wali kelas terkait pemberitaan ini.
Penulis: Alim

