MBG Disorot: Program Baik Jangan Sampai Jadi “Bancakan” Proyek

0
Caption: Ujang Suhana, SH., Praktisi Hukum

ULASBERITA.CLICK — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan. Praktisi hukum Ujang Suhana, SH, melontarkan kritik tajam terkait potensi penyimpangan dalam pelaksanaannya. Ia menegaskan, meski MBG merupakan program yang baik dan berpihak pada masyarakat, bukan berarti program tersebut boleh dijadikan ladang bisnis yang berorientasi pada keuntungan.

“MBG itu program bagus, tapi jangan sampai berubah jadi proyek bancakan oleh oknum tertentu. Ini program wajib untuk kepentingan rakyat, bukan untuk mencari profit,” tegas Ujang, Kamis (2/4/2026).

Ia menyoroti pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran program. Menurutnya, MBG harus benar-benar diberikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, bukan justru dinikmati oleh kalangan mampu, termasuk anak pejabat.

“Supaya efisien, MBG harus tepat sasaran. Fokusnya jelas: anak-anak dari keluarga tidak mampu. Jangan sampai salah sasaran,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ujang juga mengkritisi sistem distribusi makanan yang dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru, seperti keracunan makanan serta pembengkakan anggaran akibat biaya operasional dan tenaga kerja.

Ia menawarkan solusi alternatif yang dinilai lebih efektif dan efisien, yakni dengan menyalurkan bantuan langsung kepada orang tua, khususnya ibu, yang dianggap lebih memahami kebutuhan gizi dan selera anak.

“Kalau ingin lebih efisien dan aman, sebaiknya anggaran MBG diberikan langsung kepada orang tua. Ibu pasti lebih tahu makanan yang disukai dan dibutuhkan anaknya. Ini juga bisa meminimalisir resiko keracunan dan menghemat biaya gaji pekerja,” jelasnya.

Menurutnya, langkah tersebut juga akan berdampak pada pengelolaan keuangan negara yang lebih bijak, mengingat dana MBG berasal dari APBN yang merupakan uang rakyat.

“Jangan sampai anggaran besar ini justru habis di operasional. Harus ada keberpihakan nyata kepada rakyat kecil dan pengelolaan yang transparan,” pungkas Ujang.

Pernyataan ini dipastikan akan memantik perdebatan publik, terutama di tengah gencarnya pemerintah menjalankan program MBG sebagai salah satu upaya meningkatkan gizi anak bangsa.

red

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini