
KARAWANG — Hilangnya sepeda motor Honda Scoopy merah-hitam bernomor polisi T 6756 QY dari area basement Mall Festive Walk, Kompleks Galuh Mas, Karawang, memunculkan pertanyaan serius mengenai sistem keamanan dan pengawasan kendaraan di area parkir.
Sepeda motor tersebut dilaporkan hilang pada Jumat malam, 25 September 2026, saat terparkir di area basement.
Yang membuat kasus ini menjadi sorotan bukan hanya hilangnya kendaraan, tetapi juga persoalan bagaimana sepeda motor tersebut diduga bisa keluar dari area parkir.
Korban mengaku masih memegang STNK, kunci kontak, serta karcis parkir. Namun, kendaraan tetap dilaporkan hilang dari lokasi.
Persoalan semakin mengundang tanda tanya setelah korban melihat rekaman CCTV.
Berdasarkan keterangan korban, terdapat dua orang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut dan datang menggunakan sepeda motor Honda Beat Street.
Namun, dalam rekaman yang diperlihatkan kepada korban, hanya satu orang yang terlihat melewati pintu keluar di sekitar Steak 21.
Sementara itu, jalur keluarnya sepeda motor Honda Scoopy milik korban belum diketahui secara pasti, lantaran tidak terlihat dalam rekaman CCTV yang diperlihatkan kepada korban.
Di titik inilah sejumlah pertanyaan sulit muncul.
Bagaimana sepeda motor tersebut bisa keluar dari basement jika jalur keluarnya tidak terlihat dalam rekaman CCTV?
Apakah ada akses lain?
Apakah terdapat titik yang tidak terjangkau kamera?
Atau apakah sistem pengawasan di area parkir memiliki celah yang memungkinkan kendaraan keluar tanpa terpantau?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut tentu membutuhkan penjelasan dari pihak terkait dan hasil penyelidikan aparat kepolisian.
Manajemen, Secure Parking dan Keamanan Datangi Rumah Korban
Perkembangan kasus terjadi pada Sabtu, 26 September 2026.
Menurut keterangan korban, pihak manajemen Festive Walk, Secure Parking dan unsur keamanan mendatangi kediamannya.
Mereka disebut terdiri dari Afif dan Puspa dari manajemen Festive Walk, Abraham dan Sugi dari Secure Parking, serta Setiadi dari unsur keamanan Kodim.
Kedatangan tersebut disebut sebagai bentuk silaturahmi sekaligus penyampaian itikad baik dan tanggung jawab berkaitan dengan kehilangan kendaraan.
Korban mengaku menerima itikad baik tersebut, namun masih menunggu kejelasan mengenai kelanjutan pertanggungjawaban atas kerugian yang dialaminya.
“Saya terima untuk itikad baiknya dan saya tunggu untuk kelanjutan pertanggungjawabannya,” ujar korban, Senin (28/9/2026).
Korban juga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pihak yang bertanggung jawab dengan memanfaatkan rekaman CCTV dan bukti-bukti lain yang tersedia.
“Semoga saja malingnya cepat segera tertangkap oleh pihak kepolisian,” katanya.
Bukan Sekedar Soal Motor Hilang
Kasus ini sejatinya tidak hanya berbicara mengenai pencurian sepeda motor.
Ada persoalan lain yang tak kalah penting: seberapa kuat sistem keamanan di area parkir tersebut?
Jika kendaraan pengunjung berada di dalam area basement dan akses keluar-masuk berada dalam pengawasan, maka publik tentu berhak mempertanyakan mekanisme pengawasannya.
Beberapa pertanyaan yang kini menunggu jawaban antara lain:
Apakah seluruh akses keluar kendaraan sudah terjangkau CCTV?
Apakah terdapat titik buta kamera?
Bagaimana prosedur pemeriksaan kendaraan ketika keluar dari area parkir?
Apakah sistem pencatatan kendaraan masuk dan keluar dapat digunakan untuk menelusuri kendaraan yang hilang?
Dan yang paling penting:
Jika kendaraan memang berhasil keluar dari area parkir, lewat jalur mana kendaraan tersebut keluar?
Pertanyaan tersebut bukanlah tuduhan terhadap manajemen maupun pengelola parkir. Namun, menjadi bagian penting dari transparansi dan evaluasi sistem keamanan agar masyarakat mendapatkan kepastian.
Warganet Ikut Mempertanyakan
Kasus tersebut juga memancing perhatian warganet.
Sejumlah komentar mempertanyakan mengapa kendaraan yang dilaporkan hilang belum diketahui jalur keluarnya, sementara area pusat perbelanjaan umumnya memiliki sistem pengawasan pada sejumlah titik akses.
Salah satu komentar mempertanyakan:
“Motor si ibu enggak tahu lewat mana dibawa keluarnya? Aneh enggak sih? Bukannya di mall selalu dalam pengawasan CCTV setiap pintu masuk keluar kendaraan?”
Komentar lainnya menyoroti kemungkinan adanya titik yang tidak terpantau kamera serta meminta pengelola memberikan penjelasan mengenai sistem pertanggungjawaban terhadap kendaraan pengunjung.
Namun, seluruh komentar warganet tersebut merupakan opini dan pertanyaan publik, bukan bukti yang telah terverifikasi mengenai penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya kendaraan.
Publik Menunggu Jawaban, Korban Menunggu Kepastian
Kedatangan pihak manajemen Festive Walk, Secure Parking dan unsur keamanan ke kediaman korban menjadi salah satu perkembangan dalam upaya penyelesaian persoalan.
Namun, persoalan belum berhenti di sana.
Korban masih menunggu kepastian mengenai pertanggungjawaban atas kerugian yang dialaminya.
Sementara aparat kepolisian diharapkan dapat mengungkap pelaku serta menelusuri secara menyeluruh bagaimana kendaraan tersebut meninggalkan area basement.
Di sisi lain, pihak pengelola parkir juga memiliki kepentingan untuk menjelaskan sistem keamanan yang diterapkan, termasuk jangkauan CCTV, akses keluar-masuk kendaraan, serta prosedur pengawasan.
Sebab ada satu pertanyaan sederhana yang hingga kini menjadi pusat perhatian:
Motor masuk dan terparkir di basement. Motor kemudian hilang. Lalu, bagaimana motor itu bisa keluar?
Jawaban atas pertanyaan tersebut bukan hanya penting bagi korban.
Jawaban itu juga penting bagi seluruh masyarakat yang datang ke pusat perbelanjaan dan menitipkan kendaraannya di area parkir.
Kasus ini seharusnya menjadi momentum untuk membuka seluruh titik yang masih belum jelas: jalur kendaraan, rekaman CCTV, prosedur keamanan, hingga mekanisme pertanggungjawaban.
Jika memang ditemukan celah dalam sistem keamanan, celah tersebut perlu segera diperbaiki.
Jika penyelidikan menemukan adanya tindak pidana, pelakunya harus diproses sesuai hukum.
Dan jika terdapat mekanisme pertanggungjawaban dari pengelola parkir, mekanisme tersebut perlu dijelaskan secara transparan kepada korban dan publik.
Sebab kehilangan kendaraan adalah persoalan serius. Tetapi ketika jalur keluarnya kendaraan yang hilang pun belum terungkap, pertanyaan publik tentu akan semakin panjang.
Penulis: Alim

