Banten – Gelombang kritik keras datang dari kalangan mahasiswa. Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Provinsi Banten secara terbuka menggugat kinerja Polda Banten, bahkan mendesak pergantian Kapolda. Pernyataan ini dinilai sebagai sinyal kuat merosotnya kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum di wilayah tersebut.
PKC PMII Banten secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap tegas terkait kondisi keamanan dan penegakan hukum di wilayah hukum Polda Banten, Kamis (30/04/2026). Dalam pernyataannya, organisasi mahasiswa ini menilai kepemimpinan di tubuh kepolisian daerah tersebut membutuhkan evaluasi menyeluruh.
Ahmad, salah satu perwakilan PMII, menyampaikan keprihatinan mendalam atas berbagai persoalan yang dinilai semakin meresahkan masyarakat. Ia menyoroti tingginya angka kriminalitas jalanan, maraknya praktik premanisme di titik-titik strategis, hingga konflik sosial yang disebut belum ditangani secara adil.
“Kepemimpinan di tubuh Polda Banten perlu dievaluasi secara serius. Kami melihat prinsip keadilan dan perlindungan terhadap masyarakat kecil belum sepenuhnya tercermin dalam praktik penegakan hukum saat ini,” tegasnya.
Tak hanya itu, PMII juga menilai lemahnya transparansi serta komunikasi publik dari pihak kepolisian turut memperburuk tingkat kepercayaan masyarakat. Kondisi ini, menurut mereka, menjadi alarm serius bagi institusi penegak hukum di Banten.
Sebagai bentuk sikap, PKC PMII Banten menyampaikan empat tuntutan utama:
• Mendesak audit dan evaluasi total terhadap kinerja Kapolda Banten
• Meminta Polri segera melakukan pergantian jabatan Kapolda
• Mendorong hadirnya pemimpin baru yang berintegritas dan berpihak pada rakyat
• Menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan adalah langkah strategis untuk memulihkan kepercayaan publik
Koordinator aksi, Ucup, menegaskan bahwa tuntutan ini bukan sekedar manuver politik. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap kondisi sosial yang terjadi.
“Kepemimpinan yang gagal menghadirkan keadilan tidak layak dipertahankan,” ujarnya dengan nada tegas.
Pernyataan keras dari PMII Banten ini berpotensi memantik reaksi luas, baik dari masyarakat maupun institusi kepolisian. Di tengah meningkatnya sorotan terhadap kinerja aparat, tuntutan evaluasi hingga pergantian pimpinan menjadi ujian serius bagi Polri dalam menjaga kepercayaan publik.
Penulis: Ma’mun Sanjaya


