Puisi Jadi Senjata Kritik! Sekjen GARDU Tantang Pemerintah Lewat “Suara Akal Sehat Karawang Utara”

0
Caption: Puisi Jadi Senjata Kritik! Sekjen GARDU Tantang Pemerintah Lewat "Suara Akal Sehat Karawang Utara"

Karawang – Kritik terhadap ketimpangan pembangunan di Karawang Utara tidak hanya disampaikan melalui orasi. Dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Gerakan Rakyat Dari Utara (GARDU) di Dusun Trijaya, Desa Sabajaya, Kecamatan Tirtajaya, Minggu (28/6/2026), Sekretaris Jenderal (Sekjen) GARDU, Koko Baraya, memilih cara berbeda: melawan dengan sastra.

Melalui puisi berjudul “Suara Akal Sehat Karawang Utara”, Koko Baraya menyuarakan keresahan masyarakat yang selama ini merasa pembangunan belum sepenuhnya berpihak kepada wilayah utara. Bait demi bait yang dibacakannya bukan sekedar rangkaian kata, melainkan kritik tajam terhadap budaya politik yang dinilai lebih banyak dipenuhi janji daripada bukti.

“Bukan tentang sorak-sorai tanpa makna. Bukan sekedar janji manis yang usang warnanya. Dari hamparan sawah hingga semilir muara, kami menenun asa dengan kejernihan jiwa,” ucap Koko dengan lantang di hadapan peserta Rakerda.

Menurutnya, Karawang Utara membutuhkan keberanian untuk meninggalkan pola lama yang hanya menghasilkan slogan, sementara persoalan mendasar masyarakat masih belum terselesaikan.

Ia menegaskan bahwa masa depan Karawang tidak akan dibangun oleh retorika yang indah, tetapi oleh keberanian mengambil keputusan dan menghadirkan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

“Masa depan tak dibangun dari ilusi, melainkan dari langkah nyata dan visi,” tegasnya, yang langsung disambut tepuk tangan peserta.

Bagi GARDU, puisi tersebut menjadi simbol perlawanan terhadap berbagai persoalan yang hingga kini masih membayangi Karawang Utara, mulai dari ketimpangan pembangunan, terbatasnya akses pendidikan, hingga minimnya perhatian terhadap masyarakat pesisir.

Menutup pembacaan puisinya, Koko Baraya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meninggalkan perbedaan kepentingan dan bersatu membangun Karawang yang lebih adil.

“Satu komitmen, satu ketukan di dalam dada, untuk tanah Karawang yang jaya dan mulia. Inilah Suara Akal Sehat Karawang Utara.”

Pernyataan itu menjadi pesan yang sulit diabaikan. Di tengah berbagai klaim keberhasilan pembangunan, GARDU justru mengingatkan bahwa masih ada wilayah yang merasa belum memperoleh perhatian secara merata.

Kini pertanyaannya, apakah pemerintah akan menjawab kritik tersebut dengan kebijakan nyata, atau “Suara Akal Sehat Karawang Utara” hanya akan menjadi gema yang hilang di tengah riuhnya janji politik?

Bagi masyarakat Karawang Utara, jawabannya tidak lagi diukur dari pidato dan slogan, melainkan dari hadir atau tidaknya perubahan yang benar-benar menyentuh kehidupan rakyat.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini