Rapat PDKT Karawang Memanas, Dugaan Ucapan Merendahkan Profesi Guru Picu Kemarahan Purnabakti

0
Caption: Rapat PDKT Karawang Memanas, Dugaan Ucapan Merendahkan Profesi Guru Picu Kemarahan Purnabakti

Karawang — Suasana rapat antara Pejuang Dana Korpri Terpending (PDKT) Karawang dan pengurus Korpri berubah drastis menjadi tegang dan penuh ledakan emosi. Ratusan purnabakti yang memadati gedung Bale Indung Nyi Pager Asih pada Senin (1/12/2025), tidak mampu menyembunyikan kekecewaan mendalam setelah mencuat dugaan bahwa seorang pejabat Korpri berinisial RS, yang menjabat sebagai Wakil Ketua I Korpri Karawang, mengeluarkan ucapan yang dianggap merendahkan profesi guru.

Forum yang semula dijadwalkan sebagai ajang klarifikasi mendadak berubah menjadi arena luapan ketidakpuasan. Begitu isu ucapan tersebut beredar di antara peserta, atmosfer rapat langsung berubah. Ketegangan terasa semakin menebal, bisik-bisik berubah menjadi ungkapan geram, dan wajah para purnabakti tampak memendam amarah.

Seorang guru purnabakti berdiri dan menyampaikan kekecewaannya dengan suara bergetar. “Saya ini guru, kami semua guru. Kok bisa-bisanya pejabat berbicara seperti itu,” ujarnya lantang.

Guru purnabakti lainnya ikut menyampaikan penyesalan karena tidak mendengar langsung ucapan yang dipersoalkan. “Kalau saya dengar sendiri, saya tidak akan diam. Ini soal harga diri profesi,” tegasnya.

Di tengah meningkatnya ketegangan, sejumlah purnabakti lain berusaha menenangkan situasi. Mereka mengingatkan bahwa RS, yang kini terseret dalam dugaan tersebut, masih memiliki posisi strategis dan pengaruh besar di tubuh Korpri. Karena itu, mereka menilai langkah yang diambil harus penuh kehati-hatian agar tidak menimbulkan konflik baru.

Namun imbauan itu tidak cukup meredam gelombang tuntutan. Ratusan purnabakti yang hadir tetap mendesak adanya klarifikasi resmi. Mereka menilai persoalan ini bukan sekedar kesalahpahaman, tetapi bentuk penghinaan terhadap martabat profesi guru, profesi yang telah mereka jalani dengan dedikasi selama puluhan tahun.

Hingga berita ini diturunkan, baik RS maupun pengurus Korpri Karawang belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan ucapan yang memicu gejolak di kalangan purnabakti tersebut.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini