Rp400 Juta untuk Revitalisasi PAUD Al-Hidayah, LSM ELANG MAS Soroti Dugaan Pengerjaan Asal-asalan dan Minim Transparansi

0
Caption: Rp400 Juta untuk Revitalisasi PAUD Al-Hidayah, LSM ELANG MAS Soroti Dugaan Pengerjaan Asal-asalan dan Minim Transparansi

SUBANG — Anggaran negara senilai kurang lebih Rp400 juta yang dikucurkan melalui program Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan menjadi sorotan setelah Lembaga Swadaya Masyarakat Elemen Pejuang Masyarakat (LSM ELANG MAS) melakukan peninjauan langsung ke PAUD Al-Hidayah, Dusun Sindang Laut 2, Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial untuk melihat secara langsung sejauh mana realisasi program revitalisasi yang bersumber dari anggaran pemerintah tersebut dilaksanakan.

Namun, berdasarkan pantauan Tim Investigasi LSM ELANG MAS di lapangan, sejumlah kondisi fisik bangunan justru memunculkan tanda tanya. Mulai dari dugaan kualitas pekerjaan yang tidak maksimal, material yang dipersoalkan kesesuaiannya, fasilitas pendidikan yang belum lengkap, hingga persoalan transparansi kegiatan.

Sorotan semakin menguat setelah tim mengaku kesulitan mendapatkan klarifikasi langsung dari Kepala PAUD Al-Hidayah.

Kepala Sekolah Disebut Sulit Ditemui

Saat tiba di lokasi, Tim LSM ELANG MAS bersama awak media bermaksud meminta penjelasan kepada Kepala Sekolah terkait penggunaan dan realisasi anggaran revitalisasi.

Namun, tim justru bertemu dengan istri Kepala Sekolah.

“Bapaknya lagi mandi, tunggu saja sebentar,” ujar istri Kepala Sekolah kepada tim, Kamis (24/9/2026).

Tim kemudian memilih menunggu sebagai bentuk penghormatan terhadap hak pihak sekolah untuk memberikan klarifikasi.

Sekitar 10 menit kemudian, Kepala Sekolah disebut sempat keluar dari rumah. Akan tetapi, menurut keterangan tim, yang bersangkutan tidak menemui rombongan dan kembali masuk ke dalam rumah.

Setelah kembali menunggu sekitar 15 menit, awak media kemudian menanyakan kembali keberadaan Kepala Sekolah.

“Bapaknya habis sholat Ashar langsung tidur, karena kecapean. Besok kesini lagi saja,” ungkap istri Kepala Sekolah.

Situasi tersebut kemudian menjadi perhatian Tim LSM ELANG MAS karena klarifikasi mengenai penggunaan anggaran publik menjadi bagian penting dalam memastikan transparansi program pemerintah.

Bangunan Ratusan Juta Disorot, Sejumlah Bagian Diduga Tak Sesuai Harapan

Ketua Umum DPP LSM ELANG MAS, Sunarto Amrullah, kemudian meminta izin untuk melihat langsung kondisi bangunan hasil revitalisasi.

Dari peninjauan tersebut, tim mengklaim menemukan sejumlah kondisi fisik yang menurut mereka perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut.

Pertama, pada sejumlah bagian dinding, baik bagian dalam, luar, samping maupun belakang bangunan, terlihat permukaan yang disebut masih mengelupas dan gembur. Tim menduga bagian tersebut hanya dicat kembali tanpa perbaikan permukaan secara memadai.

Lapisan cat juga disebut terlihat tipis dan kurang rapih.

Kedua, bagian plafon bangunan turut dipersoalkan. Tim menyebut material yang digunakan diduga bukan bahan fiber sebagaimana yang mereka pahami dari standar pekerjaan, melainkan material sejenis asbes.

Pada bagian atas bangunan, sambungan list depan juga disebut belum rapih dan masih terlihat retakan pada dinding.

Ketiga, tim menemukan sejumlah ruang kelas yang masih kosong tanpa bangku sekolah. Sementara ruang yang telah digunakan disebut hanya dilengkapi meja dan kursi kayu berukuran kecil.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kelengkapan sarana pendidikan setelah program revitalisasi dinyatakan selesai.

Fasilitas Bermain Anak Diduga Hanya Dicat Ulang

Sorotan lainnya tertuju pada fasilitas bermain anak di halaman sekolah.

LSM ELANG MAS menduga sejumlah alat permainan yang ada merupakan fasilitas lama yang kembali dicat sehingga terlihat lebih baru.

Yang menjadi perhatian, fasilitas bermain anak tersebut disebut digunakan untuk menjemur pakaian pribadi.

Saat dikonfirmasi, istri Kepala PAUD terlihat membolak-balik dan memindahkan pakaian yang dijemur di atas fasilitas permainan tersebut.

“Pembangunan dilaksanakan sejak bulan Juni 2026. Papan kegiatan tadinya ada, sekarang sudah dicopot karena pekerjaannya sudah rampung dan sudah serah terima dengan Dinas dan sama Pengawas. Itu ada lemarinya tapi belum datang, Pak,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari informasi yang perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak pelaksana kegiatan, pengawas, serta instansi pemerintah yang menangani program revitalisasi tersebut.

Papan Kegiatan Dicopot, Transparansi Dipertanyakan

Persoalan lain yang turut disoroti adalah keberadaan papan informasi kegiatan.

Menurut keterangan pihak sekolah, papan kegiatan sebelumnya terpasang namun telah dicopot karena pekerjaan dianggap selesai dan telah dilakukan serah terima dengan dinas serta pengawas.

Bagi LSM ELANG MAS, keberadaan informasi mengenai sumber anggaran, nilai kegiatan, pelaksana, serta spesifikasi pekerjaan merupakan hal penting agar masyarakat dapat ikut mengawasi penggunaan uang negara.

Karena itu, lembaga tersebut mempertanyakan apakah seluruh pekerjaan yang telah dinyatakan selesai benar-benar telah sesuai dengan dokumen perencanaan, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, serta nilai anggaran yang dipertanggungjawabkan.

ELANG MAS Siapkan Langkah Pelaporan

Ketua Umum DPP LSM ELANG MAS, Sunarto Amrullah, menegaskan pihaknya tidak ingin berhenti pada temuan lapangan.

Menurutnya, apabila terdapat perbedaan antara pekerjaan yang tercantum dalam dokumen anggaran dengan kondisi fisik di lapangan, maka persoalan tersebut perlu diperiksa oleh instansi berwenang melalui audit dan pemeriksaan teknis.

“Kalau benar anggaran yang dikucurkan mencapai ratusan juta rupiah, maka masyarakat berhak mengetahui bagaimana uang negara itu digunakan dan seperti apa hasil pekerjaannya,” tegas Sunarto.

Ia mengatakan LSM ELANG MAS akan menindaklanjuti temuan tersebut melalui surat resmi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Inspektorat Daerah, hingga kementerian terkait untuk meminta pemeriksaan menyeluruh.

Langkah tersebut, kata dia, diperlukan agar dugaan penyimpangan maupun persoalan administrasi dan teknis dapat dibuktikan secara objektif.

Jangan Sampai Anggaran Besar, Hasilnya Dipertanyakan

Program revitalisasi satuan pendidikan pada prinsipnya diarahkan untuk mendukung tersedianya lingkungan pendidikan yang layak bagi peserta didik.

Karena itu, ketika sebuah proyek pendidikan bernilai ratusan juta rupiah justru memunculkan pertanyaan mengenai kualitas fisik, kelengkapan fasilitas, keterbukaan informasi, dan kesesuaian pekerjaan, perhatian publik menjadi sesuatu yang tidak terhindarkan.

Kini, bola berada di tangan instansi berwenang.

Apakah pekerjaan revitalisasi PAUD Al-Hidayah benar-benar telah sesuai dengan spesifikasi dan anggaran yang ditetapkan?

Apakah seluruh fasilitas yang tercantum dalam perencanaan telah direalisasikan?

Dan apakah nilai pekerjaan yang disebut mencapai kurang lebih Rp400 juta tersebut sebanding dengan hasil fisik yang terlihat di lapangan?

Semua pertanyaan itu membutuhkan jawaban berbasis dokumen, pemeriksaan teknis, dan audit resmi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala PAUD Al-Hidayah maupun pihak pelaksana kegiatan belum memberikan klarifikasi secara langsung kepada awak media mengenai seluruh temuan dan tudingan tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini