
Karawang – Sebuah video pengakuan yang mengharukan dari seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, seorang perempuan yang mengaku bernama Merlin Letysia Bakti (32), warga Dusun Sukajadi, Desa Cikampek Timur, Kecamatan Cikampek, menyampaikan permohonan bantuan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dengan suara bergetar dan kondisi yang mengundang keprihatinan, Merlin mengaku saat ini berada di Baghdad, Irak, dan tengah menghadapi situasi yang sangat sulit. Ia menyebut dirinya menjadi korban praktik perdagangan manusia, diperjualbelikan oleh sesama warga negara Indonesia, serta mengalami berbagai tindakan kekerasan selama bekerja di negara tersebut.
“Saya berada di negara Irak, di Baghdad. Tolong bantuannya, tolong pertolongannya. Saya di sini dijual-belikan oleh teman saya sendiri, sebangsa Indonesia. Saya tidak digaji, dipukuli bahkan disiksa,” ungkap Merlin dalam video yang beredar.
Yang lebih memilukan, Merlin mengaku saat ini sedang mengandung dengan usia kehamilan sekitar tujuh bulan. Dalam kondisi hamil besar, ia mengaku tidak mendapatkan perlindungan maupun hak-hak yang seharusnya diterima sebagai pekerja migran.
Menurut pengakuannya, ia telah berupaya mencari bantuan dengan mendatangi pihak perwakilan Indonesia di Baghdad. Namun, upayanya belum membuahkan hasil karena terkendala dokumen identitas yang tidak dimilikinya.
“Barusan saya ke KBRI di Baghdad, saya tidak diterima karena tidak punya dokumen. Tolong Bapak Presiden Prabowo, bantu saya. Saya ingin pulang ke Indonesia,” tuturnya.
Permohonan tersebut sontak memantik empati masyarakat. Banyak warganet mendesak pemerintah pusat, Kementerian Luar Negeri, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), serta pihak terkait lainnya untuk segera melakukan penelusuran dan memberikan perlindungan kepada Merlin.
Kasus ini kembali mengingatkan publik akan pentingnya pengawasan terhadap penempatan pekerja migran Indonesia di luar negeri, khususnya di negara-negara yang memiliki resiko tinggi. Dugaan perdagangan orang, eksploitasi tenaga kerja, hingga kekerasan terhadap pekerja migran masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian dan tindakan cepat dari pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah terkait kebenaran pengakuan tersebut maupun langkah yang akan diambil untuk membantu Merlin. Namun video permohonan bantuan itu terus menyebar dan memicu gelombang keprihatinan serta desakan agar negara segera hadir melindungi warganya yang berada dalam kondisi darurat di luar negeri.

