Baru Selesai, Jalan di Sekarwangi Sudah Retak: Proyek Rp140 Juta Diduga Asal Jadi

0
Caption: Baru Selesai, Jalan di Sekarwangi Sudah Retak: Proyek Rp140 Juta Diduga Asal Jadi

KARAWANG | ULASBERITA.CLICK | Proyek peningkatan jalan lingkungan di Dusun Krajan, RT 004/RW 001, Desa Sekarwangi, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, menuai sorotan tajam. Belum genap digunakan secara maksimal oleh masyarakat, jalan yang dikerjakan oleh CV Sinar Pajar itu sudah mengalami keretakan di sejumlah titik.

Pantauan di lokasi menunjukkan retak-retak terlihat jelas di permukaan beton, menimbulkan dugaan bahwa pekerjaan dilakukan tidak sesuai standar. Sejumlah warga mengeluhkan mutu pembangunan yang terkesan dikerjakan secara tergesa-gesa.

“Kami heran, jalan baru beberapa waktu selesai dicor, sekarang sudah retak-retak. Ini jelas mengecewakan,” ujar salah satu warga setempat, Rabu (30/7).

Proyek ini menelan anggaran Rp140.044.000, bersumber dari APBD tahun 2025. Namun, kualitas hasil pekerjaan justru jauh dari harapan. Dugaan sementara mengarah pada pelaksanaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Menanggapi temuan tersebut, Ketua LSM GMBI KSM Rawamerta, Jajat Sudrajat alias Oblang, meminta dilakukan audit menyeluruh atas proyek tersebut, mulai dari material, ketebalan pengecoran, hingga proses pelaksanaan.

“Kalau ditemukan pelanggaran, kontraktor harus bertanggung jawab dan diberi sanksi tegas. Anggaran besar jangan sampai sia-sia karena kualitas kerja yang buruk,” tegas Oblang.

Ia juga mendesak anggota dewan dapil 2 untuk ikut mengawasi langsung di lapangan, memastikan fungsi kontrol sosial benar-benar berjalan.

Sementara itu, anggota DPRD Karawang dari Dapil 2, Asep Syaripudin ST, MM, turut mengecam buruknya hasil proyek tersebut. “Dinas PRKP harus segera turun tangan. Pelaksana proyek harus bertanggung jawab dan memperbaiki hasil kerja yang sangat buruk itu,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PRKP maupun pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi. Masyarakat berharap ada langkah cepat dalam perbaikan dan pengawasan lebih ketat agar kasus serupa tidak terus terulang.

Kasus ini kembali menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap proyek infrastruktur daerah, yang berujung pada kerugian masyarakat dan pemborosan anggaran.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini